JATIMNET.COM, Surabaya - PT BFI Finance membidik pasar baru. Perusahaan yang bergerak bidang pembiayaan ini menggandeng pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) khususnya wanita.

Kepala Regional Manager BFI Finance Jawa Timur Tan Eng Han mengatakan, peran wanita dalam menggerakkan ekonomi sangat besar. Bidang Industri Kecil Menengah (IKM), perempuan menguasai 70 hingga 80 persen.

"BFI Finance ambil peran mengkaryakan terhadap modal usaha kepada wanita melalui program BFI Srikandi," ujar Tan Eng Han, Sabtu 9 Februari 2019.

BACA JUGA: BUMN-UKM Great Sale Ditarget Raup Transaksi Ratusan Miliar

Program tersebut menjadi strategi baru bagi BFI Finance. Diharapkan kerjasama dengan pelaku IKM perempuan, dapat membantu lebih luas dalam mendapatkan akses pembiayaan. Sehingga, usaha yang digeluti bisa semakin berkembang.

BFI Finance menargetkan penyaluran kredit dengan program baru ini dapat meningkat dari 2018. Tahun lalu, BFI Finance mencatatkan Rp 1,8 trilliun pinjaman. Tahun 2019 ditargetkan meningkat 30 persen.

"Penyalurannya sesuai kebutuhan dan kriteria IKM. Ada kriteria nantinya, large dengan omset miliaran, small puluhan juta dan medium jutaan," ungkapnya.

BACA JUGA: Pembangunan Tol Gerus Pendapatan UKM Kota Probolinggo

Untuk suku bunga yang diberikan, Tan menuturkan tidak terlalu besar. Rata-rata perbulan di bawah 1 persen.

Ketua Forum IKM Jawa Timur M. Oscar menyampaikan, berharap kerjasama dengan BFI Srikandi dapat meningkatkan produksi IKM di Jawa Timur. Terutama dalam menambah kapasitas mesin produksi.

BACA JUGA: UKM Diharapkan Menjadi Garda Terdepan Ekonomi

"Mereka pelaku IKM tidak perlu menjaminkan tanahnya, tapi bisa cara lain. Yang terpenting pembiayaan jadi dipermudah," kata Oscar.

Selama ini, menurut Oscar, pelaku IKM di Jawa Timur memberi kontribusi cukup besar bagi perekonomian nasional. Bahkan 35 persen mampu menyuplai pasar. "Pelaku IKM Jatim merupakan barometer nasional," tandasnya.