Berburu Takjil di Kawasan Ampel

Khoirotul Lathifiyah

Sabtu, 11 Mei 2019 - 13:09

JATIMNET.COM, Surabaya - Kawasan Ampel Surabaya menjadi tempat favorit untuk berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa. Setiap hari selama bulan Ramadan, tempat ini tak pernah sepi terutama saat menjelang berbuka.

Pedagang takjil berjubel di pinggir jalan atau di dalam gang di kawasan Ampel. Mereka cukup menggelar dagangannya di atas meja.
Hal ini sudah menjadi tradisi dan budaya selama bulan Ramadan. Sudah dipastikan omset mereka meningkat setiap bulan Ramadan.

Tak aneh kalau banyak orang menyebut bulan Ramadan sebagai bulan suci yang penuh berkah. Yitno (50 tahun) salah satu pedagang jajanan ringan di Gang Ampel menyediakan makanan berat maupun ringan.

Mulai masakan khas jawa, luar pulau, bahkan hingga menu timur tengah hingga India. Variasi menu ini mampu menarik perhatian pelanggan.

BACA JUGA: Warga Banyuwangi Serbu Festival Kuliner dan Takjil Ramadan

Ia menyampaikan omsetnya berlipat saat bulan Ramadan. Ia menggelar dagangannya tidak hanya waktu bulan puasa saja karena usaha sehari-harinya memang berjualan kue dan lauk. Setiap hari di bulan Ramadan, ia dapat menjual hampir dua kali lipat dari hari biasanya.

"Alhamdulillah, bulan puasa ini banyak rezeki. Saya yang biasanya (sebelum Ramadan) per hari cuman jual lima ribu kue, kalau puasa bisa tujuh sampai delapan ribu kue. Es permen karet yang biasanya tiga termos, pas puasa bisa lima sampai enam termos," ungkap dia saat diwawancarai saat berjualan, Jumat 10 Mei 2019.

Selama bulan Ramadan, Yitno membuat kurang lebih 100 jenis jajanan. Jajanan itu antara lain bubur gandum daging kambing, roket, samsa daging bongko mentok, maryam, puding India, es permen karet dan beragam masakan lainnya.

Selama bulan puasa, ia menggelar dagangannya mulai pukul 11.00 WIB hingga waktu Maghrib. Sedangkan pada hari biasanya mulai pukul 09.00 WIB sampai 16.00 WIB.

" Cuman perputaran waktu yang berbeda dan jumlah yang berbeda, lebih banyak menambah saat puasa karena jumlahnya bertambah," kata Yitno.

BACA JUGA: Ada Warok dan Jathil Bagi-bagi Takjil

Harga makanan dan minuman takjil, kata Yitno, dipatok mulai dari Rp 1000 hingga Rp 13 ribu.

Salah satu pelanggannya, Choirum Nisa mengatakan, sejak puasa pertama sudah membeli jajanan di tempat Yitno. Selain jajanannya lengkap, harganya juga miring.

"Buka puasa kalau gak ada takjil menurut saya kurang lengkap ya. Berhubung di sini lengkap sekali jajanannya, rasanya juga sesuai dengan harga, harganya juga, saya jadikan langganan," ujarnya.

Berbeda dengan Fatimah, salah satu pembeli turunan Arab ini membeli takjil sebab ada bubur gandum daging kambing. Menurutnya, bubur gandum daging kambing ini jarang dijual, dan hanya ada saat Ramadan. "Kalau memasak sendiri saya tidak mahir, mending beli," katanya.

Baca Juga

loading...