Warga Banyuwangi Serbu Festival Kuliner dan Takjil Ramadan

Ahmad Suudi

Selasa, 7 Mei 2019 - 20:58

JATIMNET.COM, Surabaya – Berbagai kuliner dan takjil yang dijual di Festival Ramadan Banyuwangi laris manis diburu masyarakat. Sejak dibuka di hari pertama Bulan Puasa, pasar dadakan di jalan sebelah barat Taman Blambangan itu selalu dibanjiri pembeli.

Iwan (36), salah satu penjual takjil mengatakan lokasi pasar kuliner itu mudah dijangkau masyarakat. Berbeda dengan lapak yang dia buka di rumah sendiri yang cukup sulit dijangkau di kawasan perumahan.

“Tidak sampai setengah jam jualan saya habis. Hari ini bawa 55 porsi, langsung habis,” kata Iwan sambil membereskan lapaknya, Selasa 7 Mei 2019.

BACA JUGA: Ngabuburit Asyik di Tepi Pantai Bohai Probolinggo

Pria yang sudah lima tahun membuka usaha Darplok Dower itu mengatakan berkumpulnya banyak penjual kuliner juga menjadi daya tarik pembeli. Produknya sendiri berupa dadar ceplok (Darplok) mirip martabak.

Dia menjual martabak dengan berbagai rasa dijual seharga Rp 9.000 hingga Rp 12.000. Iwan juga mempromosikan dagangannya melalui Instagram dengan nama Darplok Dower.

Penjual lain juga tidak kalah laris manisnya. Banyak pelapak yang terlihat panik melayani pembeli yang sudah mengantre. Kebanyakan yang diserbu pembeli adalah lauk-pauk, sayur santan maupun berkuah bening, makanan nasi uduk, kuliner khas, dan berbagai minuman segar untuk berbuka.

MEMBLUDAK. Sejumlah warga Banyuwangi memenuhi jalan sisi barat Taman Blambangan untuk berbelanja di Festial Kuliner dan Takjil Ramadan. Foto: Ahmad Suudi.

Maya (27) yang menjual kuliner khas Jepang yakitori dan suki dengan nama lapak Yakisuki, mengaku dagangannya laris. Terlihat dagangannya yang menumpuk pukul 16.00 WIB telah ludes kurang dari satu jam.

“Dulu saat tinggal di Solo ada yang jual seperti ini, nyoba di Banyuwngi, dan ternyata peminatnya banyak,” kata Maya yang baru mencoba menjual makanan Jepang di momen Ramadan ini.

Yakitori adalah kuliner sejenis sate, namun tanpa bumbu sambal kacang. Dia menjualnya seharga Rp 2.000 per tusuk. Sedangkan Suki berupa sup rebus dengan rasa asam, pedas, dan manis dijualnya seharga Rp 15.000 per bungkus.

BACA JUGA: Menjaga Tradisi Santap Coto Makassar Jelang Ramadan

Sebanyak 250 tusuk Yakitori dan 20 bungkus Suki yang dibawanya habis dalam sekejap di Festival Ramadan Banyuwangi. Untuk membuka lapak itu, Maya menghabiskan modal Rp 500 ribu, belum termasuk perlengkapan kompor, oven serta dua meja untuk display dan memasak.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Festival Ramadan itu selama sebulan penuh. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebelumnya mengatakan makanan maupun tempat penjualan telah distandarisasi, sehingga desain ruang terbuka dan kebersihannya lebih terjamin.

Dia juga mengatakan makanan yang dijual pedagang kaki lima (PKL) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) itu telah diperiksa kebersihannya. Di sana juga disediakan tempat untuk salat magrib dan tarawih. “Murah, makanan enak, tapi tetap dijamin gizi dan higienitasnya,” ujar Anas.

Baca Juga

loading...