Sabtu, 25 July 2026 06:54 UTC

Polisi saat melakukan olah TKP peristiwa perkelahian berdarah di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jumat 24 Juli 2026. Foto: Humas Polres Sampang for Jatimnet.com
JATIMNET.COM, Sampang – Perkelahian berdarah yang melibatkan senjata tajam terjadi di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, pada Jumat malam, 24 Juli 2026. Insiden tersebut mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka dan kini tengah ditangani Satreskrim Polres Sampang.
Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan seluruh pihak yang terlibat telah diamankan untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan.
"Benar, ketiga orang yang terlibat sudah diamankan dan saat ini sedang menjalani proses penyelidikan serta penyidikan di Polres Sampang," ujar AKP Eko, Sabtu, 25 Juli 2026.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa bermula sekitar pukul 20.50 WIB. Saat itu, S (60) berpapasan dengan HR (51) di jalan Dusun Jeblung. Keduanya diduga bersenggolan saat mengendarai sepeda motor hingga terlibat adu mulut yang kemudian berlanjut menjadi perkelahian menggunakan kayu.
BACA: Diduga Konsumsi Sabu, Oknum Dokter dan Jukir RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Ditangkap
Warga yang berada di lokasi sempat melerai pertikaian tersebut. Namun, konflik belum berakhir.
Setelah kejadian itu, HR mendatangi rumah sepupunya, H (44), untuk menceritakan peristiwa yang dialaminya. Diduga tersulut emosi, H kemudian mengajak HR mencari S dengan membawa senjata tajam jenis celurit.
Ketiga orang tersebut akhirnya kembali bertemu di depan bengkel motor milik Suhar. Pertemuan itu berubah menjadi perkelahian menggunakan senjata tajam. Polisi menduga S menggunakan parang, sedangkan H dan HR membawa celurit.
Akibat bentrokan tersebut, H mengalami luka sayatan pada paha kanan serta lecet di siku kanan. HR mengalami luka di tangan kanan, sedangkan S mengalami luka di tangan kanan dan bagian belakang kepala.
BACA: Buru 10 DPO Kasus Persetubuhan Anak, Polres Sampang Bentuk Tim Khusus
AKP Eko mengatakan polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta membawa para korban yang juga merupakan pihak yang terlibat ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis sebelum diamankan.
Selain itu, penyidik masih melakukan pencarian terhadap barang bukti berupa senjata tajam dan sepeda motor yang diduga disembunyikan.
"Motif sementara mengarah pada persoalan pribadi yang dipicu rasa sakit hati. Namun, seluruh fakta dan motif masih terus didalami dalam proses penyidikan," pungkas mantan Kapolsek Ketapang tersebut.
