Gilas Audi

Kamis, 6 Juni 2019 - 16:12

DALAM dekade terakhir, wacana populisme agama di Indonesia terus menguat. Secara nasional aksi intoleran dan kemunculan kelompok keagamaan yang eksklusif terus bermunculan. Dan di saat bersamaan, narasi radikal di kampus-kampus muncul tak terbendung. 
Itu ironi, karena dunia Pendidikan Tinggi adalah miniatur masyarakat. Para penghuninya adalah kaum terpelajar yang semestinya menghargai keragaman dan perbedaan pendapat di masyarakat. Kampus juga tempat wacana mendapat legitimasi akademik. Jika ideologi radikal penolak keragaman teramini kaum terpelajar, perpecahan bangsa bisa jadi sudah di depan mata.

Baca Juga

loading...