Bantuan Toilet Duduk di Sekolah Harus Dibarengi SOP Kebersihannya

Khoirotul Lathifiyah

Minggu, 17 Maret 2019 - 19:17

JATIMNET.COM, Surabaya – Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Ibnu Shobir meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melibatkan siswa dalam menjaga kebersihan sekolah. Khususnya pada sarana prasarana toilet duduk yang dicanangkannya untuk semua sekolah SD dan SMP di Surabaya.

"Pemkot harus siapkan SOP-nya jika sekolah-sekolah difasilitasi toilet duduk. Misalnya jadwal siswa untuk ikut membersihkannya," kata Shobir saat dikonfirmasi melalui telepon, Minggu 17 Maret 2019.

Adanya SOP ini, kata Shobir, akan melatih pola pikir siswa sejak dini untuk turut serta dan terbiasa menjaga kebersihan lingkungannya. Sehingga sarana pra sarana yang diberikan pemkot tidak hanya memanjakan siswa.

BACA JUGA: Lima Toilet Mahal di Dunia

Shobir mengungkapkan permasalahan masyarakat saat ini lebih mengarah pada mentalitas kebersihan. Jadi siswa terkadang cenderung tidak peduli dengan kebersihan lingkungannya, bahkan suka membuang sampah sembarangan.

"Untuk memberikan fasilitas itu sangat bagus, tapi harus dibarengi dengan aturan. Karena kebersihan itu bukan hanya masalah fasilitas, namun pola pikir dan budaya," katanya.

Pembentukan pola pikir ini sangat penting, lanjut Shobir, agar tujuan pemkot yang menjadikan siswa tidak norak tersebut tercapai. Oleh karena itu semua yang ada di lingkungan sekolah harus turut serta menjaga kebersihan. Jadi bukan hanya tukang bersih-bersih saja yang menjaga, tapi juga semua siswa dan juga guru.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Tambah Fasilitas Publik untuk Penyandang Disabilitas

"Jangan sampai ketika berada di Singapura malu membuang sampah sembarangan, tapi saat kembali ke Indonesia tetap buang sampah sembarangan," kata Shobir.

Sementara itu, Wali Kota Tri Rismaharini mengaku sedang menjalankan program toilet duduk di sekolah. Tujuannya agar anak-anak Surabaya tidak katrok ketika ke hotel, bandara maupun tempat lainnya.

"Jadi siswa tahu fungsinya. Meskipun berkali-kali cipta karya marah karena jongkok di atas kloset duduk sehingga berkali-kali patah. Saya juga sudah siapkan stiker. Tapi tidak apa-apa. Nanti lama-lama akan tahu," katanya.

BACA JUGA: Penyandang Disabilitas Dapat Pelatihan Kerja Pada 2019

Risma mengungkapkan dengan mengganti sarana pra sarana tersebut pemkot juga menyiapkan petugas kebersihan. Selain itu pihaknya kerap mengadakan kegiatan lomba kebersihan untuk sekolah.

"Kegiatan kebersihan bersama yang dilakukan siswa itu dilakukan selama satu bulan sekali. Jadi yang kurang kebersihannya akan menerima bendera hitam," kata Risma.

Baca Juga

loading...