Balon Udara di Jalur Pesawat, Begini Kata Airnav Indonesia

Gayuh Satria Wicaksono

Rabu, 12 Juni 2019 - 14:19

JATIMNET.COM, Ponorogo - Direktur Airnav Indonesia Ahmad Nurdin Aulia mengatakan ada sejumlah laporan terkait keberadaan balon udara di jalur pesawat terbang. Sejumlah laporan itu berasal dari para pilot pesawat terbang.

Data Airnav Indonesia menyebutkan jumlah laporan terbanyak terjadi pada pada hari H lebaran sebanyak 28 laporan, H+1 sebanyak dengan 2 laporan, H+2 sebanyak 3 laporan, dan H+3 sebanyak 2 laporan. Dan pada H+4 tidak ada laporan.

“Laporan ini dari para pilot penerbang untuk menyelamatkan pesawat dan akan dibuat laporan jika di jalurnya ada balon udara. Sehingga pesawat lain akan dianjurkan untuk memutar atau mengambil jalur yang tidak terdapat balon udara,” jelasnya.

BACA JUGA: Polisi Sita 59 Balon Udara di Ponorogo selama Lebaran

Keberadaan balon udara di jalur pesawat ini, kata Nurdian, sapaan Ahmad Nurdin Aulia, membuat pesawat yang seharusnya terbang lurus untuk sampai tujuan, harus memutar. "Hal ini akan membuang sangat banyak bahan bakar," katanya.

Laporan terbanyak ada di rute penerbangan di sekitar Semarang, Jogja, dan Solo. Balon udara dikhawatirkan bisa menutupi kokpit pesawat jika tertabrak dan menghalangi pandangan. Selain itu, jika masuk atau tersedot ke dalam mesin, bisa membuat mesin pesawat terbakar.

Nurdin mengatakan, terkadang rute pesawat dialihkan sampai ke laut Jawa.  “Beberapa pesawat rutenya bisa kita alihkan sampai ke laut jawa, karena balon udara ini tidak terkontrol dan tergantung angin, ini yang sangat membahayakan. Bahkan bisa sampai ketinggian 200 ribu kaki,” pungkasnya.

Baca Juga

loading...