Nd. Nugroho

Reporter

Nd. Nugroho

Selasa, 26 Oktober 2021 - 19:40

JATIMNET.COM, Madiun - Porang (Amorphophallus Muelleri) merupakan salah satu komoditas pertanian yang tengah ‘naik daun’. Umbi dari tanaman yang juga dikenal dengan nama iles-iles ini memiliki nilai ekonomi tinggi. Sebagian pembudidayanya berhasil menjadi miliarder.

Awalnya, komoditas ini dibudidayakan petani di antara tegakan pohon jati di kawasan hutan milik Perum Perhutani di Kabupaten Madiun. Lokasi tepatnya di wilayah Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Seiring berjalannya waktu, tanaman ini mulai dibudidayakan secara sederhana. Lantas umbi porang dijual ke pengepul di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Komoditas yang sebelumnya dipandang ‘sebelah mata’ ini menjadi primadona baru di dunia pertanian sejak beberapa tahun terakhir.  

Berdasarkan fenomena itu, perkembangan produktivitas porang di Kabupaten Madiun perlu diketahui publik. Adapun variabel data yang dibutuhkan meliputi luas lahan, produksi, harga, dan nilai produksi. Berdasarkan data terbuka yang bisa diakses publik di website https://www.bps.go.id/, data terkait produktivitas porang di Kabupaten Madiun yang tersedia adalah data tahun 2011 hingga 2018. 

 

SAMBUNGAN DARI : (Bagian-1) Cara Mengetahui Produktivitas Porang Madiun 2011-2018 Berdasarkan Data BPS
 

Data sebelum Dibersihkan (Cleaning) dan Dirapikan

8.JPG

9.JPG

 

Setelah itu, semua tabel dalam sheet hasil gabungan disalin dan ditempel. Caranya, pertama klik kotak pojok kiri atas atau blok semua tabel.

 

Setelah diblok semua tabel, tempel ke sheet baru dengan mengklik kanan mouse, pilih Tempel khusus dan Tempelkan nilai saja. Dengan memilih Tempelkan nilai saja, maka yang tersalin hanya angka atau nilai saja, formula atau rumus di balik angka tidak ikut tersalin. Tujuannya agar proses cleaning data berjalan dengan baik.  

 

Setelah tersalin semua tabel dalam sheet baru, kemudian harus dirapikan dan dibersihkan dengan menghapus karakter dan kata yang tidak diperlukan, termasuk karakter yang menempel pada angka dalam tabel tersebut, seperti spasi (...) dan tanda mata uang dolar ($). 

Untuk menghilangkan karakter-karakter yang tidak diperlukan dalam tabel berisi angka, bisa menggunakan fasilitas Cari dan Ganti (Find and Replace).

Caranya, blok sel berisi angka yang akan dihilangkan karakter spasi dan lambang dolarnya. Lalu pilih menu bar Edit dan pilih Cari dan Ganti (Find and Replace) atau bisa langsung menekan Ctrl+H untuk menampilkan fitur Cari dan Ganti

Pada kotak opsi Cari dan Ganti, isi opsi Cari dengan karakter yang akan diganti atau dihapus (misal: tekan spasi ( ) atau tekan lambang dolar ($). Sedangkan opsi Ganti tidak perlu diisi atau dikosongi karena tujuannya untuk menghilangkan karakter tersebut, bukan menggantinya dengan karakter lain. 

Kemudian pada opsi Telusuri biarkan berupa Rentang tertentu (tertentu maksudnya sesuai rentang sel yang ditentukan atau yang diblok). Lalu centang opsi Cocokkan huruf besar/kecil dan klik Ganti Semua (Replace All). Maka akan muncul jumlah kejadian (case) yang diganti. Lalu tekan Selesai (Done) untuk mengakhiri. 

Lakukan cara tersebut pada semua tabel yang berisi angka. 

Cara menghilangkan spasi:


Cara menghilangkan lambang dolar ($):

 

Setelah menghilangkan karakter spasi dan lambang dolar, format dari angka perlu diubah menjadi teks biasa atau tanpa ada penanda titik. Caranya, blok pada tabel berisi angka dan pilih menu bar Format ---> Angka ---> Teks biasa.

 

Data setelah Dibersihkan (Cleaning) dan Dirapikan

Setelah dilakukan cleaning data dengan menghilangkan karakter spasi, lambang dolar, dan format angka jadi teks biasa, saya masih harus merapikan tabel dengan menghapus kolom berisi variabel yang tidak diperlukan. 

Saya hanya menggunakan beberapa variabel yang dibutuhkan seperti Tahun, Komoditi, Total Luas Lahan, Produksi (Ton), Harga per Kilogram (Rp), dan Nilai Produksi (Rp). Setelah menghapus sejumlah kolom, hasilnya seperti di bawah ini:

 

Setelah data rapi dan bersih, maka waktunya membuat Tabel Pivot untuk pemilahan. Sebelum mengaplikasikan Tabel Pivot, pastikan lajur baris pada bagian paling atas atau kepala tabel (header) hanya terdiri satu lajur sel atau satu sel dalam header tidak dibagi dalam beberapa kolom atau baris. Sebab, jika pada header terdapat sel yang dipecah lebih dari satu kolom atau baris, maka tabel pivot tidak bisa diterapkan. Yang dimaksud header seperti tampak pada gambar di bawah ini:

 

Untuk memulai Tabel Pivot, klik Data pada menu bar dan pilih Tabel Pivot. Maka akan muncul kotak Buat tabel pivot. Isi Rentang data yang dibutuhkan sesuai nama sheet pada data atau tabel yang sudah dibersihkan dan dirapikan. Lalu klik Sheet Baru dan Buat.

 

Setelah itu, muncul sheet berisi tabel baru dengan tampilan Editor Tabel Pivot di sebelah kanan:

Snapshot42_2021-10-21_16-18-28.jpg

 

Untuk memunculkan variabel Tahun pada lajur Baris (Rows), klik Tambahkan pada opsi Baris dan pilih Tahun. Maka akan muncul variabel Tahun sesuai rentang data yang diambil, seperti tampilan di bawah ini: 

 

Kemudian opsi Tampilkan Total pada variabel Tahun di opsi Baris dihapus atau centangnya dihilangkan.

 

Karena yang akan diambil hanya data produktivitas komoditi porang, maka perlu dilakukan filter melalui Editor Tabel Pivot. Caranya klik Tambahkan pada opsi Filter, lalu pilih Komoditi

 

Lalu, ubah Status dalam Komoditi dengan cara klik bagian Menampilkan Semua Item dan pilih Kosongkan untuk menghilangkan tanda centang pada semua item. Setelah kosong, pilih item Porang dengan cara mengetik kata Porang pada kolom bertanda pencarian (search), setelah muncul langsung klik item Porang dan klik Oke. Tahapannya seperti tiga gambar di bawah ini:

 

Setelah terfilter hanya komoditi Porang, maka tinggal memunculkan nilai dari masing-masing variabel yang dibutuhkan. Caranya klik Tambahkan pada opsi Nilai dan pilih variabel yang dibutuhkan antara lain Total Luas Lahan, Produksi, Harga per Kilogram, dan Nilai Produksi. Hasilnya adalah seperti gambar di bawah ini:

Snapsho43t_2021-10-21_16-19-43.jpg

 

BERSAMBUNG KE: (Bagian-3) Cara Mengetahui Produktivitas Porang Madiun 2011-2018 Berdasarkan Data BPS

 

Baca Juga

loading...