Logo

Angin Kencang Terjang Jember, Tujuh Warga Luka dan Puluhan Rumah Rusak

Reporter:

Sabtu, 24 January 2026 12:02 UTC

Angin Kencang Terjang Jember, Tujuh Warga Luka dan Puluhan Rumah Rusak

Puluhan rumah di Jember rusak akibat angin puting beliung yang menerjang pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026. Foto: Faizin Adi

JATIMNET.COM, Jember – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026 dini hari. Peristiwa tersebut menyebabkan tujuh warga mengalami luka-luka serta menimbulkan kerusakan rumah dan fasilitas umum di lima kecamatan.

Angin kencang yang datang secara tiba-tiba berdampak pada sedikitnya tujuh desa. Kerusakan yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari rumah warga rusak ringan hingga rusak berat, serta terganggunya akses jalan akibat pohon tumbang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mencatat angin kencang mulai terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Meski berlangsung singkat, hembusan angin cukup kuat dan disertai cuaca buruk sehingga menimbulkan dampak luas.

Angin kencang merobohkan sejumlah pohon yang kemudian menimpa rumah warga, badan jalan, serta jaringan listrik dan telekomunikasi di beberapa titik terdampak. Kondisi tersebut sempat menghambat aktivitas warga dan arus lalu lintas.

Di Kecamatan Tanggul, tepatnya di Desa Darungan, satu rumah milik warga bernama Buami (86) mengalami kerusakan kategori sedang setelah tertimpa material akibat terjangan angin.

Korban luka terbanyak tercatat di Desa Suren, Kecamatan Ledokombo. Sebanyak enam warga mengalami luka ringan setelah tertimpa reruntuhan bangunan dan material pohon tumbang saat angin kencang menerjang wilayah tersebut.

Selain menimbulkan korban luka, angin kencang juga merobohkan satu tiang listrik milik PLN. Pohon tumbang turut mengenai kabel listrik dan jaringan internet sehingga menyebabkan gangguan layanan sementara.

Dampak serupa terjadi di Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan. Pohon tumbang menutup akses jalan dan merusak jaringan listrik serta komunikasi. Sementara di Kecamatan Silo, kerusakan cukup signifikan terjadi di Desa Sidomulyo dan Desa Sempolan.

BACA: ‎Puting Beliung Terjang Probolinggo, Total Puluhan Rumah Warga Tercatat Rusak

Di Desa Sempolan, satu rumah warga mengalami rusak berat dan dua rumah lainnya rusak ringan. Seorang warga bernama Busiya (69) mengalami patah tulang pada tangan kanan. Korban sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Silo I sebelum dirujuk ke RSD dr. Soebandi Jember.

Di Desa Sidomulyo, dua rumah warga mengalami kerusakan ringan dan telah menerima bantuan logistik dari BPBD Kabupaten Jember.

Kecamatan Balung juga turut terdampak. Di Desa Karangsemanding, pohon tumbang menutup jalan, satu rumah warga rusak ringan, serta dua ruang kelas SD Nuris Karangsemanding mengalami kerusakan sedang. Sementara di Desa Tutul, pohon tumbang menutup akses jalan dan menimpa jaringan listrik serta internet.

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Z. Wahyudi Hidayat, menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat tujuh warga yang mengalami luka akibat kejadian tersebut dan tidak ada korban jiwa.

“Angin kencang terjadi secara mendadak pada pagi hari dan menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik. Alhamdulillah tidak ada korban meninggal dunia, namun ada tujuh warga yang mengalami luka-luka dan sudah ditangani,” ujar pria yang akrab disapa Ayud ini saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Ia memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing. Hingga Sabtu sore pukul 17.00 WIB, tim gabungan masih berada di lapangan untuk melakukan penanganan lanjutan.

BACA: Angin Puting Beliung Terjang Probolinggo, Anggota DPRD Jatim Desak Pemkab Gercep Tangani Dampak

BPBD bersama unsur terkait melakukan koordinasi, asesmen lapangan, pemotongan pohon tumbang, pengaturan lalu lintas, pendistribusian logistik, serta pendataan lanjutan guna menghitung kerugian akibat bencana tersebut.

“Saat ini kondisi di lapangan sudah aman dan terkendali. Namun hembusan angin kencang sampai sore ini masih berhembus kencang. Akses jalan yang sempat tertutup sudah dibuka dan lalu lintas kembali normal,” kata Ayud.

BPBD Kabupaten Jember mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. Warga diminta memperhatikan kondisi pohon besar di sekitar rumah dan jalur jalan.

Selain itu, BPBD merekomendasikan instansi terkait untuk melakukan pemangkasan pohon yang berpotensi tumbang guna meminimalkan risiko bencana serupa.

“Kami juga mengirim tim Jitupasna guna menghitung nilai kerugian akibat bencana angin kencang tersebut,” pungkasnya.