Logo

‎Puting Beliung Terjang Probolinggo, Total Puluhan Rumah Warga Tercatat Rusak

Reporter:,Editor:

Sabtu, 17 January 2026 08:40 UTC

‎Puting Beliung Terjang Probolinggo, Total Puluhan Rumah Warga Tercatat Rusak

Kondisi atap salah satu rumah warga yang tersapu angin puting beliung yang menerjang empat kecamatan pada Jumat sore, 16 Januari 2026. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Angin puting beliung menerjang empat kecamatan di Kabupaten Probolinggo secara tiba-tiba pada Jumat sore, 16 Januari 2026. Bencana alam tersebut menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Dampak angin kencang itu membuat sejumlah bangunan warga mengalami kerusakan mulai dari kategori ringan hingga berat. Peristiwa tersebut terjadi secara cepat dan mengejutkan warga di wilayah terdampak.

Usai kejadian, warga terlihat bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan yang rusak akibat terjangan angin. Aktivitas gotong royong dilakukan agar rumah-rumah yang terdampak dapat segera diperbaiki.

Atap rumah beterbangan, genteng berserakan di jalan, serta pohon tumbang menjadi pemandangan di sejumlah desa. Warga berupaya memperbaiki kerusakan agar hunian mereka kembali layak ditempati.

BACA: Angin Puting Beliung Terjang Empat Kecamatan di Probolinggo, Delapan Rumah Rusak

Wilayah yang mengalami dampak paling parah berada di Kecamatan Leces, khususnya di Desa Leces. Berdasarkan data sementara pemerintah desa, sedikitnya 15 rumah warga tercatat mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung.

Turjaul Umur, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut masih membekas dalam ingatan masyarakat. Suara gemuruh angin disertai pusaran membuat warga panik dan berusaha menyelamatkan diri.

Material bangunan seperti seng dan genteng terangkat serta terbawa angin kencang ke berbagai arah.

“Anginnya sangat kencang dan berputar, atap seng langsung terangkat. Kami semua ketakutan dan berlari keluar rumah,” tuturnya, Sabtu, 17 Januari 2026.

Meski menyebabkan kerusakan cukup parah, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun demikian, sebagian warga masih merasakan trauma, terutama anak-anak dan lansia.

Kepala Desa Leces, Zaenal Arifin, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pendataan lanjutan terhadap rumah warga dan fasilitas umum yang terdampak bencana.

Langkah pendataan tersebut dilakukan guna memastikan proses penanganan serta penyaluran bantuan dapat berjalan tepat sasaran.

“Sejauh ini ada 15 rumah warga yang terdampak, dari rusak ringan hingga rusak berat. Pendataan masih berjalan karena kemungkinan jumlahnya bisa bertambah,” jelas Zaenal Arifin.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat lebih dari 20 rumah mengalami kerusakan di empat kecamatan akibat kejadian tersebut.

BPBD bersama tim gabungan dijadwalkan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pembersihan, asesmen lanjutan, serta penanganan bagi warga terdampak bencana.