Meminta ketua koperasi lama bermediasi dengan ketua baru untuk mempermudah pencairan uang simpanan.

Anggota Koperasi Mitra Perkasa Tuntut Pencairan Uang Simpanan

Zulkiflie

Kamis, 28 Maret 2019 - 19:04

JATIMNET.COM, Probolinggo – Sejumlah nasabah Koperasi Mitra Perkasa Probolinggo mendatangi kantor koperasi serba usaha, Kamis siang 28 Maret 2019, sekitar pukul 11.00 WIB. Kedatangan anggota ini buntut polemik uang nasabah yang tak bisa dicairkan.

Dalam tuntutan nasabah saat mendatangi koperasi serba usaha itu meminta agar ketua koperasi yang baru Welly Sukarto melakukan mediasi dengan ketua lama Zulkifli Chalik. Welly menggantikan Zulkifli sebagai ketua Koperasi Mitra Perkasa sekitar Oktober 2016.

Mediasi itu dianggap penting guna mencairkan uang nasabah yang terdiri atas tabungan, simpanan wajib, dan bentuk simpanan lain, yang difasilitasi Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal.

Seperti diungkapkan salah satu nasabah Koperasi Mitra Perkasa, Syafi’i. Dia mengaku kedatangannya bertujuan agar Welly dan Zulkifli Chalik bisa akur. Menurut Syafi’i, mediasi itu diharapkan bisa menuntaskan masalah pencairan uang simpanan nasabah.

BACA JUGA: Puluhan Nasabah Laporkan Ketua Koperasi di Probolinggo

“Kami ingin masalah pencairan uang nasabah di koperasi, segera cair. Makanya kami minta pak Welly dan Zulkifli bisa melakukan mediasi,” ungkap Syafi’i.

Pada saat kedatangan nasabah itu, Welly Sukarto menjumpai dengan didampingi kuasa hukumnya. Mendengar permintaan nasabah, Welly Sukarto mengaku akan segera berkomunikasi dengan Kapolres Probolinggo Kota.

“Kedatangan (nasabah) akan saya tindaklanjuti dan menerima permintaan mereka,” kata Welly singkat.

Untuk meyakinkan tersebut, sejumlah nasabah membubuhkan tanda tangan dalam sebuah surat yang meminta kedua pihak bertemu. Surat tersebut kemudian diserahkan ke Kapolresta Probolinggo sebagai upaya mediasi.

BACA JUGA: BNI Sasar Nasabah Milenial dengan Aplikasi Yap!

Polemik ini mencuat pada saat anggota koperasi tidak bisa mencairkan uang pinjaman. Sebab koperasi menganggap masih banyak uang dipinjam anggotanya dan diduga mencapai Rp 100 miliar.

Asumsi lain, sebagian uang tersebut diduga ada di ketua koperasi yang lama. Namun dugaan ini ditepis ketua koperasi lama hingga muncul polemik.

Ini kali kedua nasabah mendatangi kantor koperasi KSU Mitra Perkasa. Sebelumnya mereka sudah melakukan hal serupa pada 29 Agustus 2018. Anggota koperasi tidak terima, lantaran merasa dibatasi dan kesulitan mencairkan uang simpanannya.

Manajemen Koperasi sengaja melakukan pembatasan lantaran terkendala besarnya pinjaman nasabah yang nilainya mencapai sekitar Rp 100 miliar.

Baca Juga

loading...