Ambil Uang untuk Beli Laptop, Mahasiswi Stikosa AWS Kena Gendam

Khoirotul Lathifiyah

Rabu, 12 Juni 2019 - 17:37

JATIMNET.COM, Surabaya - EW (22), mahasiswi Stikosa AWS, harus merelakan uangnya senilai Rp 3 juta setelah kena gendam. Kejadian gendam yang menimpa korban ini terjadi Selasa 11 Juni 2019 sore di salah satu Indomart Nginden.

"Saya mau ambil uang buat beli laptop. Kejadiannya sore sekitar pukul 18.00 WIB," kata EW saat diwawancarai, Rabu 12 Juni 2019.

EW mengatakan berawal ketika dia berada di tempat parkir di depan Indomart. Ada seorang laki-laki mengenakan topi berusia sekitar 40-an menghampiri dan menepuk tangannya.

Laki-laki tersebut, kata EW, tengah menanyakan alamat di daerah Semolowaru. Namun ia kemudian tidak terlalu ingat kelanjutan perbincangannya dengan laki-laki asing tersebut.

BACA JUGA: Tipu Pedagang Bos Pasar Turi Dituntut 4 Tahun

"Saya lupa ngapain aja. Pokoknya setelah sekitar 15 menit kemudian, saya dapat telepon, dan si bapak itu sudah bawa uang ratusan ribu di tangannya," kata dia.

Ia menjelaskan, ketika menerima telepon, laki-laki tersebut masih sempat meminta sesuatu dan menyorongkan tangannya seperti mau meminta sesuatu kepadanya. Namun, EW dengan tegas menolak dan bergegas meninggalkan Indomart.

Di perjalanan, EW kemudian berpikir, kenapa laki-laki tersebut meminta sesuatu dan membawa uang banyak di tangannya. "Saya belum merasa kena gendam, karena handphone dan motor saya masih ada," kata perempuan asal Mojokerto ini.

Ia mengungkapkan, baru sekitar pukul 21.30 WIB, EW ingat kalau belum mengambil uang untuk membeli laptop. Seketika itu, ia bersama temannya pergi ke Indomart untuk mengambil uang yang sempat tertunda.

Ketika di Indomart, ia terkejut dan merasa lemas karena saldo di dua ATM-nya terkuras habis. "Ya, yang satunya sisa Rp 16 ribu, dan satunya lagi sisa Rp 5 ribu. Padahal total uang saya itu kurang lebih Rp 3 juta," kata dia.

BACA JUGA: Tipu Rp 18 Juta dengan Catut Konjen AS

Ia langsung lemas dan menangis untuk kemudian seketika sadar sudah terkena gendam.

EW mengaku sempat ingin melaporkan ke polisi, tapi diurungkan karena uangnya tidak akan kembali. Apalagi tidak ada bukti yang memungkinkan untuk menemukan pelaku.

"Nah dari sini saya sadar, terakhir si bapak meminta sesuatu ketika saya menerima telepon, dia meminta HP saya, dan mungkin juga motor saya. Syukurlah teman saya menelpon," kata EW.

Ia berpesan agar masyarakat lebih berhati-hati pada orang asing, dan jangan melamun, apalagi pikiran sedang kosong.

Baca Juga

loading...