Aksi 22 Mei, Liburan Siswa Diimbau Diisi Edukasi Politik

Khoirotul Lathifiyah

Rabu, 22 Mei 2019 - 08:58

JATIMNET.COM, Surabaya - Anggota Dewan Pendidikan Kota Surabaya Murpin Josua Sembiring membenarkan langkah Pemerintah Kota Surabaya untuk meliburkan siswa pada Rabu 22 Mei 2019. Libur sehari ini hendaknya dimanfaatkan untuk mengedukasi siswa terkait situasi politik yang terjadi.

Murpin mengimbau kepada orang tua untuk mengedukasi anaknya tentang peristiwa politik yang terjadi saat ini. Menurutnya, anak-anak perlu mendapat pemahaman terkait dengan dampak yang terjadi apabila elit politik bertindak tidak sesuai dengan hukum.

"Libur sekolah bisa menjadi momentum pendidikan politik," katanya dihubungi Jatimnet.com, Rabu 22 Mei 2019.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Liburkan Sekolah, Antisipasi Aksi Massa 22 Mei

Murpin mengatakan kelemahan di bangku sekolah saat ini adalah tidak mengenalkan politik dan demokrasi Indonesia sejak dini. "Anak-anak perlu mendapat pemahaman ihwal perilaku elit politik yang tidak bertanggungjawab dan membuat kepanikan, ujaran kebencian, dan tidak percaya hukum," katanya.

Murpin mengatakan bukan tidak mungkin anak-anak ini kelak menjadi pemimpin dan bergelut di dunia politik, sehingga ucapan dan tindakannya kelak bisa dipertanggungjawabkan. Saat ini, kata dia, banyak elit berjubah demokrasi tapi tidak demokratif, mengaku berjiwa agama tapi tidak agamis.

BACA JUGA: Kapolrestabes: Jangan Membuat Isu yang Membuat Anak Sekolah Takut

Sementara Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser mengatakan menyampaikan keputusan meliburkan sekolah pada Rabu 22 Mei 2019 ini karena beberapa faktor antara lain karena usainya kegiatan ujian semester dan guru sedang menginput nilai online.

Selain itu untuk mengantisipasi aksi 22 Mei 2019. "Melihat perkembangan situasi pada 22 Mei ini, Bu Wali Kota Risma meminta dinas pendidikan meliburkan sekolah," kata dia.

Surat edaran Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang dikeluarkan Senin 20 Mei 2019 dan ditujukan untuk sekolah TK, SD, SMP.

Baca Juga

loading...