Senin, 09 March 2026 10:00 UTC

Stok beras di gudang bulog relatif aman hingga enam bulan ke depan. FOTO: DOK
JATIMNET.COM, Madiun – Pimpinan Bulog Kantor Cabang Madiun Agung Sarianto menyatakan bahwa serapan gabah kering panen (GKP) dari petani di wilayah kerjanya berhasil melebihi target.
GKP yang diserap Bulog tersebut berasal dari petani di wilayah Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Kabupaten Ngawi.
“Target kami sebenarnya 340 ton per hari setara beras, tapi justru 500-an ton rata-rata per hari. Jadi, masih on the track kegiatan rata-rata harian kami,” katanya, Senin, 9 Maret 2026.
Tingkat serapan GKP sebanyak itu berlangsung sejak awal tahun ini. Adapun teknis penyerapannya melalui dua cara, yaitu langsung melalui tim pendambing Bulog atau lewat mitra. “Tapi, sebagian besar melalui petani langsung,” ujar Agung.
Untuk penyerapan gabah, ia melanjutkan, pihak Bulog menebusnya sesuai harga pokok penjualan (HPP), yakni Rp6.500 di tingkat petani.
“Kami beli gabahnya, kami olah, kami keringkan, dan kami giling. Setelah menjadi beras, kemudian disimpan di gudang,” katanya.
Sayangnya, Agung mengungkapkan, gudang penyimpanan milik Bulog memiliki keterbatasan kapasitas.
Maka, ia melanjutkan, pihaknya menyewa gudang yang dinilai representatif untuk menyimpan beras hasil dari pengolahan gabah petani.
“Kendalanya, space gudang kami terbatas. Maka, kami menjalankan opsi sewa tempat di depan gudang Bulog Jerukgulung (Kabupaten Madiun),” katanya.
