Logo

Saat Hari Jadi Kota Bertemu Jejak Bung Karno di Mojokerto

Reporter:,Editor:

Senin, 08 June 2026 03:00 UTC

Saat Hari Jadi Kota Bertemu Jejak Bung Karno di Mojokerto

Ribuan jemaah memadati Taman Bahari Majapahit dalam rangka pengajian dan doa bersama dalam rangkaian peringatan HUT ke-108 Kota Mojokerto, Minggu malam, 7 Juni 2026. Foto: Kominfo.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Bulan Juni memiliki makna istimewa bagi Kota Mojokerto. Selain menjadi momentum peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto, bulan ini juga identik dengan Bulan Bung Karno yang menyimpan jejak sejarah penting Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, di kota tersebut.

Makna tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menghadiri Pengajian Akbar bersama Gus Iqdam dalam rangka Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto di Taman Bahari Majapahit (TBM), Minggu malam, 7 Juni 2026.

Menurut Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari, bulan Juni selalu menjadi momentum refleksi bagi masyarakat Kota Mojokerto karena sarat nilai sejarah dan semangat pembangunan.

“Bulan Juni bukan hanya menjadi bulan peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto, tetapi juga Bulan Bung Karno yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah kota ini,” ujarnya dalam pengajian yang dihadiri ribuan jemaah tersebut.

Ia menjelaskan, Kota Mojokerto merupakan salah satu daerah yang memiliki hubungan historis dengan Bung Karno.

Presiden pertama Republik Indonesia tersebut diketahui menghabiskan sebagian masa kecil dan menempuh pendidikan di Kota Mojokerto selama kurang lebih delapan setengah tahun.

Karena itu, Kota Mojokerto terus berupaya menjaga dan mengenalkan jejak sejarah tersebut kepada masyarakat, salah satunya melalui keberadaan Galeri Soekarno Kecil yang menjadi pusat informasi perjalanan masa kecil sang proklamator.

“Kita memiliki Galeri Soekarno Kecil yang menjadi referensi bagi siapa saja yang ingin mengetahui sejarah masa kecil Bung Karno. Jika sejarah beliau sebagai presiden banyak dikenang di Blitar, maka sejarah masa kecilnya ada di Kota Mojokerto,” kata Ning Ita.

Menurutnya, nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan semangat membangun bangsa yang diwariskan Bung Karno menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kota Mojokerto dalam menjalankan pembangunan daerah.

Momentum bulan Juni juga dimanfaatkan Pemkot Mojokerto untuk memperkuat semangat pembangunan melalui peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto yang tahun ini mengusung tema “Penguatan Daya Saing Sumber Daya Manusia Menuju Pembangunan Inklusif yang Berkelanjutan”.

Tema tersebut diwujudkan melalui berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Di bidang pendidikan, Pemkot Mojokerto terus memperluas akses melalui program beasiswa bagi mahasiswa asal Kota Mojokerto.

Sementara pada sektor kesehatan, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai lebih dari 95 persen.

Selain itu, Kota Mojokerto juga mencatat angka stunting di bawah satu persen serta mampu mempertahankan predikat sebagai salah satu kota paling inovatif di Indonesia selama lima tahun berturut-turut.

Ning Ita berharap momentum bulan Juni dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun daerah.

“Semoga nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus membawa Kota Mojokerto menjadi kota yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Melalui peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto dan Bulan Bung Karno, Pemerintah Kota Mojokerto berharap masyarakat tidak hanya mengenang sejarah. Namun, juga menjadikannya sebagai pijakan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di masa depan.