6000 Sopir Australia Gugat Uber Karena Ilegal dan Merugikan

Dyah Ayu Pitaloka

Jumat, 3 Mei 2019 - 14:44

JATIMNET.COM, Surabaya – Firma Hukum Maurice Blackburn mengajukan gugatan perwakilan kelompok, kepada Uber Technologies Inc, dengan mengatasnamakan 6000 ribu sopir dan pemilik taksi di Australia.

Firma itu menuduh Uber telah beroperasi secara ilegal, dan merugikan mereka secara finansial.

Gugatan diajukan ke Pengadilan Agung Victoria, kata kuasa hukum dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Jumat 3 Mei 2019.

“ini akan menjadi kasus penting terkait tuduhan operasional ilegal Uber di Australia, serta dampak luasnya atas kelompok pekerja keras, serta hukum yang melindungi penduduk di sini,” kata Andrew Watson, Kepala gugatan kelompok nasional Maurice Blackburn, dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA: Akuisisi Careem, Uber Ekspansi ke Timur Tengah

Juru bicara Uber mengatakan jika perusahaanya tidak mengetahui tentang adanya gugatan itu.

“Kami belum menerima pemberitahuan apapun terkait gugatan itu,” katanya dalam sebuah email. “Kami sedang fokus untuk memberikan layanan terbaik pada pengendara dan sopir di kota tempat kami beroperasi,”.

Kerugian diperkirakan mencapai “Ratusan juta dolar”, namun akan ditetapkan sebagai bagian dari kasus atau negosiasi penyelesaian,” kata juru bicara Maurice Blackburn.

Uber telah membuktikan diri menjadi yang populer di antara penduduk Australia, meskipun terdapat perlawanan dari industri taksi dan otoritas lokal.

BACA JUGA: Uber Kembangkan Sepeda dan Skuter Otonom

Kuasa hukum menuduh jika Uber mengetahui tindakan mereka ilegal dalam hal tertentu, termasuk “mengadopsi kebijakan untuk beroperasi di pasar manapun, di mana pemerintah menyetujuinya, dengan tidak melakukan tindakan pencegahan langsung”.

Perusahaan pengelola perjalanan yang merugi itu, berencana mendaftar di Amerika Serikat, dengan nilai valuasi mencapai USD 91,5 miliar, dalam penawaran perdana mereka.

Baca Juga

loading...