JATIMNET.COM, Surabaya – Sebanyak 77 ribu jemaah haji 1440H/2019M di Indonesia, sudah melakukan rekam biometrik. Jumlah itu mencapai 38 persen dari kuota haji reguler tahun ini, sebanyak 204 ribu jemaah.

"Sampai hari ini, sudah 77ribu jemaah atau sekitar 38 persen yang sudah rekam biometrik," kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis, dalam siaran pers Kemenag, Sabtu 6 April 2019.

Proses tersebut harus dilakukan jemaah, sebab mulai tahun ini, Pemerintah Saudi menerapkan kebijakan rekam biometrik, sebagai syarat penerbitan visa.  

Menurutnya, proses rekam biometrik berlangsung setiap hari dan jam kerja di kantor VFS Tasheel.

BACA JUGA: Sebanyak 75 Persen Jemaah Sudah Lunasi Biaya Haji 1440H

Data terkini, persentasi terbesar yang sudah rekam biometrik adalah Provinsi Jawa Barat. Pada urutan berikutnya, ada provinsi  Gorontalo, NTB, dan Sumatera Utara. 

"Keempat Provinsi ini sudah di atas 50 persen," ujarnya.

"Kami tetap upayakan agar proses rekam biometrik ini bisa selesai pada akhir April," sambungnya. 

Kasubdit Dokumentasi Haji Nasrullah Jassam menambahkan, bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan VFS Tasheel agar proses rekam biometrik bisa lebih dipercepat.

BACA JUGA: Seratusan Ribu Paspor Jemaah Haji Indonesia Sudah Diterbitkan

Salah satu upaya yang dilakukan adalah, merelokasi alat dari tempat yang sudah selesai, ke wilayah yang belum ada kantor VFS Tasheel nya. 

"Gorontalo sudah hampir 100 persen. Kalau sudah selesai, sebagian alatnya akan dipindah ke daerah lain, misalnya ke Papua," tuturnya.

Nasrullah menambahkan, hasil rekam biometrik yang dilakukan jemaah akan ditindaklanjuti dengan proses penerbitan visa.

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu disiapkan subditnya untuk memproses visa jemaah.

BACA JUGA: Layanan Rekam Biometrik Jemaah Haji Mulai Dibuka

"Selain hasil rekam biometrik, untuk penerbitan visa, diperlukan paspor jemaah, bukti telah suntik vaksin meningitis, serta lembar bukti pelunasan biaya haji," tuturnya. 

"Sampai saat ini, lebih 185 ribu paspor jemaah sudah siap," lanjutnya. 

Nasrullah memastikan, proses penerbitan visa bisa dilakukan akhir April, sehingga diperkirakan banyak jemaah sudah siap pada awal pemberangkatan haji, di awal Juli mendatang.