JATIMNET.COM, Surabaya - Riset “Mengurai Praktik Kotor dalam Pemilu 2019-Riset tentang Diksi Provokatif, Pola Politik Uang dan Netralitas Penyelenggara”,yang dirilis oleh Pusat Studi dan Pengembangan Anti Koprupsi dan Demokrasi (PUSAD), menemukan 29% masyarakat Jawa Timur tidak percaya terhadap Penyelenggara Pemilu.

Sedangkan 71 persen masyarakat, percaya pada Penyelenggara Pemilu.   

Penelitian dilakukan dengan metode survey, melibatkan 1.067 responden yang tersebar di 38 kota/kabupaten di Prrovinsi Jawa Timur. 

BACA JUGA: Riset: 98 Persen Warga Jatim Terlibat Politik Uang

Responden adalah berusia 17 tahun atau sudah menikah, yang diambil dengan teknik multi-stage random sampling, dengan melibatkan sampel dari empat hingga lima kecamatan, di masing-masing kota/kabupaten.

Sampel juga melibatkan varian penganut ormas, dengan sebaran 78,1 persen sample berasal dari ormas NU atau di bawah naungan NU, 15,8 persen dari Muhammadiyah atau di bawah naungan Muhammadiyah, 2,2 persen ormas lainnya, 0,6 persen gereja, dan 3,3 persen lain-lain.