Logo

Patroli Ramadan, Polisi Amankan 10 Remaja Diduga Hendak Perang Sarung di Ngoro

Reporter:,Editor:

Kamis, 12 March 2026 13:01 UTC

Patroli Ramadan, Polisi Amankan 10 Remaja Diduga Hendak Perang Sarung di Ngoro

Petugas Polsek Ngoro mengamankan sejumlah remaja yang diduga hendak melakukan perang sarung. Foto: Polsek Ngoro

JATIMNET.COM, Mojokerto – Petugas dari Polsek Ngoro, Polres Mojokerto mengamankan sepuluh remaja yang diduga hendak melakukan aksi perang sarung di wilayah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Kamis pagi, 12 Maret 2026.

Petugas mengamankan para remaja tersebut dari beberapa lokasi berbeda saat menjalankan patroli rutin yang ditingkatkan selama bulan Ramadan. Patroli ini dilakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolsek Ngoro Kompol Heru Purwandi mengatakan, kegiatan patroli intensif merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian guna menjaga situasi tetap kondusif selama Ramadan.

“Petugas yang sedang melaksanakan patroli mendapati sekelompok remaja yang diduga akan melakukan perang sarung. Mereka kemudian diamankan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

BACA: Perang Sarung, Belasan Remaja di Kota Mojokerto Diamankan Polisi

Setelah diamankan, para remaja tersebut dibawa ke Mapolsek Ngoro untuk didata. Polisi juga memanggil orang tua mereka guna memberikan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Setelah diamankan di wilayah Ngoro kemudian kami kembangkan ke rumah masing-masing. Atas persetujuan orang tuanya, mereka kami lakukan pembinaan,” katanya.

Menurut Kompol Heru, pembinaan dilakukan sebagai langkah pencegahan agar para remaja tidak kembali terlibat dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

 

Polisi melakukan pembinaan dengan memanggil para orang tua agar anaknya tidak mengulangi perbuatan tersebut. Foto: Polsek Ngoro

 

Selain memberikan pembinaan kepada para remaja, kepolisian juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hingga dini hari selama Ramadan.

Ia menilai pengawasan keluarga menjadi faktor penting untuk mencegah anak terjerumus dalam berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti perang sarung, geng motor, balap liar, maupun aktivitas negatif lainnya.

“Pastikan anak berada di waktu dan tempat yang semestinya, selalu cek keberadaan serta pergaulan anak, dan pantau aktivitas media sosial yang dimiliki anak,” pungkasnya.