700 juta perempuan menjalani pernikahan dini

14 Juta Anak Pertahun Dipaksa Menikah

Dyah Ayu Pitaloka
Dyah Ayu Pitaloka

Kamis, 7 Maret 2019 - 11:29

JATIMNET.COM, Surabaya – Lebih dari 14 juta anak di dunia dipaksa menikah per tahunnya. Sementara sekitar 700 juta perempuan diperkirakan menjalani pernikahan dini di tingkat global.

Data tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal untuk Komunitas Sosial Budaya ASEAN, Kung Phoak dalam forum diskusi tentang pernikahan anak, pernikahan dini, dan pernikahan paksa di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Rabu 6 Maret 2019.

Phoak mengatakan bahwa pernikahan anak, pernikahan dini, dan pernikahan paksa atau CEFM dan kehamilan remaja adalah fenomena global yang meluas di tingkat global.

Tingkat kelaziman pernikahan anak dan kehamilan remaja di Asia Tenggara sendiri masih tinggi.

BACA JUGA: Kampus Di Cina Buka Kelas Pernikahan dan Percintaan

Di kawasan itu satu dari lima anak perempuan menikah sebelum berusia 18 tahun. Angka-angka ini menunjukkan meluasnya praktik yang merugikan itu, ujar Phoak.

"CEFM adalah tantangan yang menarik di ASEAN dan itu harus segera diatasi" kata dia.

Di Asia Tenggara, menurut data yang dihimpun Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa, rata-rata prevalensi pernikahan anak masih tinggi.

Negara tertinggi pernikahan di bawah umur adalah 35,4 persen di Laos. Sementara itu Indonesia tercatat 17 persen dan Vietnam 11 persen.

BACA JUGA: Pernikahan Anak di Indonesia Masih Banyak

Pernikahan anak mengancam kehidupan dan masa depan perempuan di seluruh dunia.

"Kita harus ikut terlibat dalam mengakhiri praktik-praktik berbahaya ini yaitu tentang pernikahan anak, pernikahan dini, dan pernikahan paksa atau CEFM," katanya. (Ant)

Baca Juga

loading...