Logo

Wisata Bromo Mulai Bergeliat, Persewaan Jeep Kembali Full Booking

Akses TNBTS Dibuka Usai Kebakaran Berakhir
Reporter:,Editor:

Jumat, 21 August 2026 10:06 UTC

Wisata Bromo Mulai Bergeliat, Persewaan Jeep Kembali Full Booking

‎Aktivitas jasa persewaan angkutan Jeep Wisata Bromo. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Aktivitas pariwisata di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, mulai menunjukkan pemulihan setelah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali membuka akses wisata pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 00.01 WIB.

Pembukaan tersebut langsung memberi harapan baru bagi pelaku usaha jasa wisata. Selama hampir dua pekan, mereka harus menghadapi penurunan aktivitas akibat penutupan kawasan menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Salah satu pelaku usaha yang mulai merasakan dampaknya ialah persewaan Jeep Bromo_Day di Desa Sukapura, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Pemilik Jeep Bromo_Day, Choirul Umam Masduqi, mengatakan permintaan kendaraan wisata mulai meningkat setelah wisatawan kembali mendapat izin memasuki kawasan Gunung Bromo.

Menurut Umam, peningkatan permintaan terlihat cukup signifikan, terutama menjelang akhir pekan. Lima unit Jeep yang ia miliki bahkan sudah mendapat pesanan dan digunakan secara bergantian untuk mengantar wisatawan.

"Persewaan Jeep untuk akhir pekan sudah full booking. Dari total lima unit Jeep yang ada, kami sudah mulai melakukan perjalanan wisata secara bergantian," ujar Umam, Jumat, 21 Agustus 2026.

BACA: Hari Pertama Dibuka, Lebih dari Seribu Wisatawan Kembali Masuk Kawasan Bromo 

Umam menyebut wisatawan lokal masih mendominasi penyewa Jeep saat ini. Mereka, kata dia, telah menunggu kawasan wisata Bromo kembali dibuka setelah penutupan akibat kebakaran.

"Saat ini rata-rata penyewa Jeep angkutan wisata Gunung Bromo berasal dari wisatawan lokal. Mereka umumnya memang sudah menunggu wisata Bromo kembali dibuka," katanya.

Meski permintaan mulai meningkat, Umam menilai kondisi usaha belum sepenuhnya kembali normal. Pesanan dari rombongan besar masih terbatas, sedangkan permintaan lebih banyak datang dari wisatawan yang bepergian bersama keluarga.

"Kalau untuk partai besar masih belum normal, tapi yang pesanan untuk keluarga-keluarga sudah mulai ada," ujarnya.

Ia berharap peningkatan kunjungan wisatawan terus berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Dengan begitu, pelaku usaha jasa wisata di kawasan Bromo bisa kembali menjalankan aktivitas seperti sebelum kebakaran.

BACA: Hampir 2 Pekan Tutup Akibat Karhutla, Wisata Bromo Kembali Dibuka

"Semoga kondisi seperti saat ini terus membaik, itu agar para pelaku jasa wisata Bromo kembali berjalan normal seperti sebelumnya," harap Umam.

Sebelumnya, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup akses wisata Gunung Bromo setelah kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan tersebut selama 13 hari.

Kebakaran itu menghanguskan sekitar 1.121 hektare lahan dan hutan di kawasan TNBTS. Peristiwa tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memukul sektor pariwisata dan pelaku usaha yang menggantungkan pendapatan dari kunjungan wisatawan.

Kini, setelah akses wisata kembali dibuka, pelaku usaha berharap jumlah wisatawan terus bertambah. Pemulihan kunjungan diharapkan menggerakkan kembali persewaan Jeep sekaligus menghidupkan berbagai usaha lain yang bergantung pada aktivitas pariwisata Gunung Bromo.