Minggu, 13 September 2026 23:33 UTC

Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat memberikan sambutan dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Museum Majapahit Trowulan. Foto: Wanto
JATIMNET.COM, Mojokerto – Pemerintah menyiapkan Museum Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, bukan hanya sebagai tempat pelestarian peninggalan sejarah. Museum tersebut juga diarahkan menjadi pusat edukasi, destinasi wisata sejarah, sekaligus penggerak ekonomi budaya bagi masyarakat sekitar.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menegaskan pentingnya menjaga setiap temuan arkeologis selama proses pembangunan museum berlangsung. Pemerintah tidak ingin pembangunan menghilangkan struktur bersejarah yang mungkin ditemukan di kawasan Trowulan.
Jika proses pembangunan menemukan struktur bersejarah, temuan tersebut akan tetap mendapatkan perlindungan. Pemerintah bahkan akan memasukkannya ke dalam konsep site museum agar keberadaan tinggalan arkeologis tetap menjadi bagian dari pengalaman pengunjung.
Langkah tersebut menjadi penting karena Trowulan selama ini dikenal sebagai kawasan yang menyimpan banyak jejak sejarah Kerajaan Majapahit.
BACA: 88.000 Artefak Disiapkan untuk Museum Majapahit Trowulan, Bakal Usung Konsep Immersive
“Pelestarian kawasan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, pelaku budaya, dunia pendidikan, hingga pemerintah daerah,” ujar doktor sejarah dari Universitas Indonesia (UI) ini, Minggu, 13 September 2026.
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau Gus Barra mengatakan keberadaan Museum Majapahit dapat memperkuat upaya merawat hubungan masyarakat dengan sejarah.
“Keberadaan Museum Majapahit di Trowulan perlu terus diperkuat. Museum ini menjadi tempat untuk merawat koneksi sejarah, mendokumentasikan peninggalan, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk mempelajari sejarah Majapahit secara lebih dekat,” katanya.
BACA: Eksotisme Stasiun Mrawan di Jalur Gumitir
Gus Barra berharap museum tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi mendatang. Menurutnya, keberadaan museum juga dapat membantu masyarakat memahami kembali jejak kejayaan Majapahit dan kaitannya dengan sejarah Nusantara.
“Ini menjadi sebuah informasi yang sangat penting bagi Indonesia, dan dari sinilah kita akan melihat jati diri kita untuk masa yang akan datang,” tandasnya.
Selain fungsi edukasi dan pelestarian, pemerintah melihat Museum Majapahit memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata sejarah.
Fadli Zon menargetkan museum tersebut mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Kehadiran wisatawan diharapkan ikut menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar kawasan Trowulan.
Fadli menekankan bahwa museum harus mampu menghasilkan manfaat ekonomi melalui pengembangan budaya.
BACA: Museum Majapahit di Trowulan Mulai Dibangun, Disiapkan Jadi Ikon Museum Nasional
“Museum-museum itu bukan menjadi cost center, tetapi justru menjadi ekonomi budaya. Sekali lagi, ekonomi budaya,” tegasnya.
Konsep tersebut menempatkan museum bukan sekadar sebagai ruang penyimpanan artefak. Museum diharapkan menjadi ruang pertemuan antara sejarah, pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Untuk mendukung fungsi tersebut, Museum Majapahit akan menghadirkan narasi sejarah yang mencakup perjalanan Kerajaan Majapahit, kehidupan masyarakat, para raja, hingga berbagai peninggalan arkeologis.
Pengelola juga akan menggunakan teknologi digital dan konsep immersive untuk meningkatkan daya tarik museum, terutama bagi generasi muda. Kawasan tersebut nantinya memanfaatkan sekitar 88.000 koleksi artefak bersejarah yang saat ini tersimpan di kawasan Trowulan.
Pemerintah juga menyiapkan museum dalam skala besar melalui konsep The Grand Museum of Majapahit atau Museum Agung Majapahit.
Pembangunan museum resmi dimulai melalui peletakan batu pertama oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama jajaran pemerintah pusat dan daerah pada Minggu, 13 September 2026. Museum tersebut dibangun sebagai bagian dari revitalisasi kawasan cagar budaya Trowulan dengan pengembangan kawasan sekitar 10 hektare.
Gus Barra menyambut baik dimulainya pembangunan tersebut. Ia menyebut pembangunan Museum Majapahit telah lama dinantikan dan akhirnya dapat direalisasikan.
