Jumat, 04 September 2026 06:00 UTC

Kejari bersama Forkopimda Ngawi dan Kompak gelar penanaman pohon hingga bersih - bersih musala dalam rangkaian peringatan Hari Lahir ke-81 Kejaksaan di Alas Ketangga Srigati, Ngawi, Jumat, 4 September 2026. Foto: Januar.
JATIMNET.COM, Ngawi — Kawasan Palereman Alas Ketangga Srigati di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata religi, mulai diarahkan menjadi wisata agro.
Langkah awal pengembangan itu dilakukan melalui penanaman berbagai bibit pohon buah produktif, seperti mangga, alpukat, durian, jambu, dan nangka.
Penanaman dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi bersama Pemerintah Kabupaten Ngawi, Perum Perhutani, dan Komunitas Media Pengadilan dan Kejaksaan (Kompak) Jawa Timur, Jumat, 4 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia.
Kepala Kejari Ngawi Beny Hermanto mengatakan, tanaman yang ditanam diharapkan tidak hanya memperkuat penghijauan kawasan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengatakan, penanaman pohon produktif sejalan dengan rencana pemerintah daerah mengembangkan kawasan Srigati.
Menurutnya, keberadaan tanaman buah dapat menjadi daya tarik tambahan bagi kawasan yang selama ini lebih dikenal sebagai tujuan wisata religi.
Nantinya, pengunjung bisa menikmati kawasan hijau sekaligus melihat pengelolaan tanaman buah produktif.
“Tanaman buah produktif ini nantinya juga bisa menciptakan kegiatan ekonomi baru bagi masyarakat Srigati,” kata Antok, sapaan akrab Dwi Rianto Jatmiko.
Pengelolaan dan perawatan tanaman akan melibatkan komunitas Palereman Srigati, Paguyuban Ketonggo, serta Perhutani melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang telah terbentuk.
Administratur Kepala Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi Mukhlisin mengatakan, jenis tanaman yang ditanam merupakan Multipurpose Tree Species (MPTS).
Tanaman tersebut memiliki fungsi ganda, baik untuk konservasi maupun memberikan manfaat ekonomi.
“Secara ekologi berfungsi untuk konservasi. Secara ekonomi nantinya juga memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar hutan, khususnya LMDH dan masyarakat Desa Babadan,” ujarnya.
Penanaman pohon ini melanjutkan rangkaian kegiatan lingkungan dalam peringatan Hari Lahir Kejaksaan. Sebelumnya, dilakukan penebaran benih ikan di Sungai Srigati dan Sungai Tempuran.
Selain penanaman pohon, Kompak Jawa Timur menggelar bakti sosial dengan membersihkan musala di kawasan tersebut serta menyerahkan bantuan berupa peralatan salat.
Ketua Umum Kompak Budi Mulyono mengatakan, kegiatan sosial itu digelar bertepatan dengan agenda Jumat Berkah. Bantuan tersebut dihimpun dari kontribusi para wartawan yang tergabung dalam Kompak.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi rangkaian peringatan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.
Pengembangan tanaman produktif dan keterlibatan masyarakat diharapkan menjadi langkah awal untuk mengembangkan Srigati sebagai kawasan wisata yang memadukan wisata religi, konservasi alam, dan potensi ekonomi berbasis pertanian.
