Logo

Hari Pertama Dibuka, Lebih dari Seribu Wisatawan Kembali Masuk Kawasan Bromo

Reporter:,Editor:

Kamis, 20 August 2026 12:35 UTC

Hari Pertama Dibuka, Lebih dari Seribu Wisatawan Kembali Masuk Kawasan Bromo

Wisatawan Gunung Bromo tengah beristirahat di Rest Area. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Aktivitas wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, kembali berjalan setelah pengelola membuka akses kawasan yang sempat ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan.

Pada hari pertama pembukaan, Kamis, 20 Agustus 2026, sebanyak 1.086 wisatawan tercatat memasuki kawasan TNBTS. Pengunjung datang melalui lima pintu masuk yang tersebar di Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo.

Lima akses tersebut meliputi Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, Senduro di Lumajang, Wonokitri di Pasuruan, serta Cemoro Lawang di Probolinggo.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I BBTNBTS Septi Eka Wardhani mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi wisatawan dari seluruh pintu masuk TNBTS.

"Lebih dari seribu pengunjung terdata masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada hari Kamis ini," ujar Septi.

BBTNBTS membuka kembali seluruh akses wisata mulai Kamis sekitar pukul 00.00 WIB. Pembukaan tidak hanya berlaku untuk akses Cemoro Lawang di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, tetapi juga pintu masuk dari wilayah lainnya.

 

BBTNBTS Perketat Pengawasan Pascakebakaran

Pengelola memperketat pengawasan setelah membuka kembali kawasan wisata. Langkah tersebut bertujuan mencegah munculnya titik api baru di wilayah yang masih dalam kondisi pascakebakaran.

BACA: Hampir 2 Pekan Tutup Akibat Karhutla, Wisata Bromo Kembali Dibuka 

Balai Besar TNBTS menyiagakan petugas untuk memantau kondisi kawasan sekaligus melakukan patroli di sejumlah lokasi yang rawan kebakaran. Petugas menjalankan patroli tiga kali setiap hari.

"Patroli kami lakukan tiga kali sehari di titik-titik yang rawan terjadinya kebakaran," kata Septi.

BBTNBTS juga mengajak wisatawan, pelaku usaha wisata, dan masyarakat sekitar ikut menjaga keamanan kawasan hutan. Pengelola melarang aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk menyalakan api unggun dan membuang puntung rokok sembarangan.

Pengelola TNBTS mengantisipasi peningkatan jumlah wisatawan menjelang akhir pekan. Karena itu, petugas tetap menerapkan kuota kunjungan sesuai ketentuan dan menempatkan personel di sejumlah titik yang berpotensi menjadi pusat keramaian.

Selain berjaga di lokasi tertentu, petugas melakukan pengawasan secara mobile untuk memantau aktivitas wisatawan di berbagai kawasan.

"Jadi kita bakal siagakan petugas di titik-titik keramaian, termasuk ada pula petugas yang kita kerahkan untuk melakukan penjagaan secara mobile," ujar Septi.

Sebelumnya, kebakaran melanda kawasan TNBTS selama sekitar 13 hari. Sedikitnya 1.121 hektare lahan dan hutan di kawasan taman nasional dilaporkan terdampak kebakaran.

Seiring pembukaan kembali kawasan wisata, BBTNBTS meminta pengunjung menaati seluruh aturan yang berlaku. Wisatawan juga diminta menjaga kelestarian TNBTS dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.