Logo

88.000 Artefak Disiapkan untuk Museum Majapahit Trowulan, Bakal Usung Konsep Immersive

Reporter:,Editor:

Minggu, 13 September 2026 12:12 UTC

88.000 Artefak Disiapkan untuk Museum Majapahit Trowulan, Bakal Usung Konsep Immersive

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau Gus Barra saat memberikan sambutan dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Museum Majapahit Trowulan. Foto: Wanto

JATIMNET.COM, Mojokerto – Museum Majapahit Trowulan akan dikembangkan dengan memanfaatkan sekitar 88.000 koleksi artefak bersejarah yang tersimpan di kawasan tersebut. Pemerintah juga menyiapkan teknologi digital dan konsep immersive agar sejarah Majapahit dapat disajikan lebih menarik bagi pengunjung, terutama generasi muda.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mengatakan pengembangan Museum Majapahit Trowulan sekaligus menjadi transformasi Pusat Informasi Majapahit menjadi museum berskala besar.

“Kita selalu sering mengutip Majapahit dan kebesarannya, tetapi museumnya belum ada. Karena itulah kita menginisiasi agar Museum Majapahit ini juga mewakili kebesarannya,” ujar Fadli Zon, Minggu, 13 September 2026.

Menurut Fadli, koleksi yang mencapai sekitar 88.000 artefak menjadi salah satu kekuatan utama Museum Majapahit. Koleksi tersebut akan menjadi bagian dari upaya menghadirkan gambaran mengenai perjalanan panjang Kerajaan Majapahit.

BACA: Museum Majapahit di Trowulan Mulai Dibangun, Disiapkan Jadi Ikon Museum Nasional

Museum akan menyajikan narasi sejarah secara lebih lengkap. Materinya mencakup perjalanan Kerajaan Majapahit, kehidupan masyarakat, para raja, serta berbagai peninggalan arkeologis.

Pemerintah tidak hanya mengandalkan penyajian koleksi secara konvensional. Teknologi digital dan konsep immersive juga akan diterapkan agar pengunjung dapat memperoleh pengalaman yang lebih menarik ketika mempelajari sejarah Majapahit.

Konsep tersebut sekaligus diarahkan untuk mendekatkan sejarah dengan generasi muda. Dengan pendekatan digital, informasi mengenai Majapahit diharapkan tidak hanya disampaikan melalui benda koleksi, tetapi juga melalui pengalaman yang lebih interaktif.

Fadli mengatakan Museum Majapahit akan dikembangkan dalam skala besar melalui konsep The Grand Museum of Majapahit atau Museum Agung Majapahit.

BACA: Museum Probolinggo Pamerkan Artefak Sejarah Islam dan Nabi Muhammad di Hari Santri Nasional 

Kawasan museum nantinya mencakup lahan tambahan sekitar 4,8 hektare dan area existing seluas 5,4 hektare. Total luas kawasan yang dikembangkan mencapai sekitar 10 hektare.

Pengembangan museum tidak hanya diarahkan untuk memperkuat fungsi edukasi. Pemerintah juga menargetkan museum tersebut menjadi destinasi wisata sejarah yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kehadiran museum diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. Pemerintah melihat museum sebagai bagian dari pengembangan ekonomi budaya, bukan sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah.

“Museum-museum itu bukan menjadi cost center, tetapi justru menjadi ekonomi budaya. Sekali lagi, ekonomi budaya,” tegasnya.

BACA: Museum Majapahit Trowulan Disiapkan Jadi Pusat Edukasi, Wisata Sejarah, dan Ekonomi Budaya

Pengembangan koleksi juga akan berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap temuan arkeologis. Jika pembangunan menemukan struktur bersejarah, temuan tersebut akan tetap dipertahankan dan dilindungi melalui konsep site museum.

Pembangunan Museum Majapahit sendiri resmi dimulai melalui peletakan batu pertama oleh Fadli Zon bersama jajaran pemerintah pusat dan daerah di kawasan Trowulan, Minggu, 13 sEPTEMBER 2026. Proyek tersebut merupakan bagian dari revitalisasi kawasan cagar budaya Trowulan.

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau Gus Barra menilai keberadaan museum penting untuk merawat koneksi sejarah dan memberikan ruang kepada masyarakat untuk mempelajari sejarah Majapahit secara lebih dekat.

Ia juga berharap museum tersebut kelak menjadi kebanggaan bangsa sekaligus sarana edukasi sejarah bagi generasi mendatang.