Minggu, 13 September 2026 10:30 UTC

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon bersama Bupati Mojokerto, Gus Barra meletakan Batu pertama museum Majapahit di Trowulan, Minggu, 13 September 2026. Foto : Wanto
JATIMNET.COM, Mojokerto – Pembangunan Museum Majapahit di kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, resmi dimulai. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon bersama jajaran pemerintah pusat dan daerah melakukan peletakan batu pertama pembangunan museum tersebut, Minggu, 13 September 2026.
Pembangunan Museum Majapahit menjadi bagian dari program revitalisasi kawasan cagar budaya Trowulan. Kawasan ini selama ini dikenal sebagai salah satu pusat peninggalan Kerajaan Majapahit.
Pemerintah menyiapkan museum tersebut sebagai bangunan berskala besar yang merepresentasikan kejayaan peradaban Majapahit. Kehadirannya juga ditargetkan menjadi salah satu ikon museum nasional.
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau Gus Barra menyambut baik dimulainya pembangunan Museum Majapahit. Menurutnya, proyek tersebut telah lama dinantikan hingga akhirnya dapat direalisasikan.
“Alhamdulillah, pada periode sekarang ini dan di bawah kepemimpinan Bapak Menteri Kebudayaan, Pak Fadli Zon, pada akhirnya peletakan batu pertama dan pembangunan Museum Majapahit bisa terealisasi,” ujar Gus Barra.
BACA: 88.000 Artefak Disiapkan untuk Museum Majapahit Trowulan, Bakal Usung Konsep Immersive
Gus Barra menilai pembangunan museum memiliki arti penting bagi Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, Trowulan menyimpan banyak jejak sejarah yang berkaitan dengan kejayaan peradaban Nusantara.
“Keberadaan Museum Majapahit di Trowulan perlu terus diperkuat. Museum ini menjadi tempat untuk merawat koneksi sejarah, mendokumentasikan peninggalan, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk mempelajari sejarah Majapahit secara lebih dekat,” katanya.
Ia menambahkan, pelestarian kawasan Trowulan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kolaborasi tersebut mencakup pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemkab Mojokerto, masyarakat, pelaku budaya, hingga dunia pendidikan.
Gus Barra berharap Museum Majapahit nantinya dapat menjadi kebanggaan bangsa sekaligus sarana edukasi sejarah bagi generasi mendatang.
“Ini menjadi sebuah informasi yang sangat penting bagi Indonesia, dan dari sinilah kita akan melihat jati diri kita untuk masa yang akan datang,” tandasnya.
BACA: Destinasi Sejarah Jawa Timur untuk Liburan Keluarga
Sementara itu, Fadli Zon mengatakan pembangunan Museum Majapahit juga menandai transformasi Pusat Informasi Majapahit menjadi Museum Majapahit Trowulan.
Museum tersebut akan berdiri di atas lahan tambahan sekitar 4,8 hektare yang digabungkan dengan area existing seluas 5,4 hektare. Dengan demikian, keseluruhan kawasan museum akan mencapai sekitar 10 hektare.
Pemerintah mengusung konsep The Grand Museum of Majapahit atau Museum Agung Majapahit. Konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan museum yang mampu menggambarkan kebesaran peradaban Majapahit.
“Kita selalu sering mengutip Majapahit dan kebesarannya, tetapi museumnya belum ada. Karena itulah kita menginisiasi agar Museum Majapahit ini juga mewakili kebesarannya,” ujar Fadli Zon.
BACA: Museum Majapahit Trowulan Disiapkan Jadi Pusat Edukasi, Wisata Sejarah, dan Ekonomi Budaya
Museum Majapahit nantinya juga akan memanfaatkan sekitar 88.000 koleksi artefak bersejarah yang saat ini tersimpan di kawasan tersebut. Penyajian koleksi akan dilengkapi narasi sejarah dan teknologi digital untuk menarik minat generasi muda.
Selain itu, pemerintah menyiapkan museum sebagai destinasi wisata sejarah yang diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Fadli menyebut museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan edukasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi budaya.
“Museum-museum itu bukan menjadi cost center, tetapi justru menjadi ekonomi budaya. Sekali lagi, ekonomi budaya,” tegasnya.
Pembangunan museum juga akan memperhatikan keberadaan temuan arkeologis di kawasan Trowulan. Jika proses pembangunan menemukan struktur bersejarah, temuan tersebut akan tetap dilindungi dan dapat menjadi bagian dari konsep site museum.
Fadli menargetkan Museum Majapahit mampu menarik wisatawan domestik dan mancanegara serta menjadi salah satu museum unggulan dan ikon kebudayaan Indonesia.
