Kamis, 20 August 2026 09:00 UTC

Beberapa pelancong sudah berkunjung ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pascaditutup hampir dua pekan dampak dari karhutla, Kamis, 20 Agustus 2026. Foto: Zulalif.
JATIMNET.COM, Probolinggo – Setelah ditutup sekitar 13 hari akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka untuk wisatawan, Kamis, 20 Agustus 2026.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) membuka kembali akses wisata mulai pukul 00.00 WIB. Pembukaan berlaku di sejumlah pintu masuk menuju kawasan TNBTS.
Akses melalui Cemoro Lawang, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, kembali dibuka. Begitu pula jalur dari wilayah Kabupaten Malang, Lumajang, dan Pasuruan.
Sejumlah wisatawan langsung berdatangan pada hari pertama pembukaan. Meski belum ramai, wisatawan domestik hingga mancanegara mulai terlihat menikmati kembali panorama Gunung Bromo.
Salah satunya Sarimah, wisatawan asal Malaysia. Ia mengaku lega karena kawasan Bromo kembali dibuka saat dirinya berada di sekitar lokasi.
“Sebenarnya sudah tiga hari di sini, tapi untuk mengunjungi wisatanya kebetulan hari ini dibuka. Alhamdulillah masih diberi kesempatan,” kata Sarimah.
Bersama rekan kerjanya, Sarimah langsung mengunjungi sejumlah destinasi. Di antaranya Puncak Seruni Point, Pasir Berbisik, Savana Bromo, hingga Goa Widodaren.
“Bersyukur wisata Bromo dibuka, jadi kita bisa menikmati pemandangan alam di sini,” ujarnya.
Pengunjung lainnya, Umrah, wisatawan asal Tarakan, Kalimantan Utara, juga mengaku senang bisa kembali berwisata ke Bromo.
Ia mengatakan perjalanan tersebut telah lama direncanakan karena memiliki saudara yang tinggal di Pasuruan.
“Sudah lama punya rencana ke Gunung Bromo karena memang saudara di Pasuruan. Senang akhirnya bisa berwisata ke sini, kebetulan juga pas dibuka,” ungkapnya.
Sebelumnya, kawasan TNBTS ditutup akibat karhutla yang melanda kawasan tersebut. Kebakaran berdampak terhadap sekitar 1.121 hektare kawasan hutan dan lahan.
Setelah 13 hari ditutup, dibukanya kembali akses wisata Bromo membuat aktivitas pariwisata di kawasan tersebut perlahan kembali berjalan.
