Logo

Sungai Ngotok Mojokerto Dibidik Jadi Pusat Latihan Dayung Jatim

Reporter:,Editor:

Kamis, 17 September 2026 03:00 UTC

Sungai Ngotok Mojokerto Dibidik Jadi Pusat Latihan Dayung Jatim

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan Komandan Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) Laksamana Muda TNI Ali Triswanto saat melihat para atlet dayung yang berlatih di Sungai Ngotok, Rabu, 16 September 2026. Foto: Wanto.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Sungai Ngotok di Kota Mojokerto berpeluang menjadi lokasi pemusatan latihan atlet dayung Jawa Timur untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).

Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V Laksamana Muda TNI Ali Triswanto menilai karakteristik sungai tersebut cukup ideal untuk latihan maupun perlombaan dayung.

Lintasan Sungai Ngotok sepanjang sekitar 2,5 kilometer relatif lurus, dengan air tenang dan arus yang tidak terlalu deras. Kondisi itu dinilai mendukung latihan atlet secara berkelanjutan.

“Di Kota Mojokerto ini banyak fasilitas untuk kegiatan olahraga, salah satunya Sungai Ngotok. Ke depannya tentunya bisa kita gunakan untuk latihan olahraga dayung,” kata Ali saat berkunjung ke Kota Mojokerto, Rabu, 16 September 2026.

Ali juga melihat langsung latihan atlet dayung Kota Mojokerto di Sungai Ngotok. Dari hasil kunjungan tersebut, Kodaeral V membuka peluang menjadikan sungai itu sebagai tempat pemusatan latihan tim dayung Jawa Timur.

“Kita lihat treknya lurus, airnya tenang, arusnya juga tidak begitu kencang. Ini sangat ideal untuk lomba dayung,” ujarnya.

Menurut Ali, rencana tersebut telah mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Mojokerto.

“Ibu wali kota juga sudah mendukung. Misalkan nanti pemusatan latihan kita untuk kegiatan Kejurnas maupun PON. Ibu wali sudah bersedia menjadikan tempat ini untuk kita latihan tim-tim kita di Jawa Timur,” ungkapnya.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan Pemkot Mojokerto siap bersinergi dengan Kodaeral V untuk mengoptimalkan Sungai Ngotok sebagai kawasan olahraga dayung.

“Kami ingin fasilitas yang sudah tersedia di Sungai Ngotok ini dapat dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya untuk atlet Kota Mojokerto, tetapi juga untuk pembinaan atlet di tingkat Jawa Timur maupun nasional,” katanya.

Menurut Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari, pengembangan Sungai Ngotok juga sejalan dengan upaya menghidupkan kawasan Taman Bahari Majapahit (TBM).

Bertambahnya aktivitas latihan dan kejuaraan dinilai dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Ini menjadi peluang bagi UMKM dan masyarakat sekitar untuk ikut mengambil manfaat dari pengembangan kawasan,” ujarnya.

Sungai Ngotok sebelumnya telah menjadi lokasi sejumlah kegiatan olahraga dayung, di antaranya Bahari Majapahit Dragon Boat Carnival yang diikuti tim dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Sungai tersebut juga menjadi arena Kejurprov Dayung Piala Gubernur Jawa Timur yang diikuti sekitar 350 atlet dari 12 kabupaten/kota.

Dengan pengalaman menggelar berbagai kegiatan tersebut, Sungai Ngotok kini berpeluang berkembang menjadi salah satu lokasi latihan atlet dayung Jawa Timur, sekaligus memperkuat fungsi kawasan Taman Bahari Majapahit.