JATIMNET.COM, Surabaya – Sebuah petisi online ditujukan kepada Presiden Joko Widodo untuk menyelamatkan Orangutan Sumatera (Pongo abelii). Petisi ini dilatarbelakangi temuan Orangutan bernama ‘Hope’ yang mengalami luka tembak 74 peluru senapan angin dan disiksa senjata tajam. 

Petisi berjudul “Hukum Berat Penembak Orangutan Hope dan Batasi Penggunaan Senapan Angin” dibuat oleh Sahabat Alam Lestari (SALi),  yang menuliskan bahwa Orangutan Sumatera merupakan salah satu jenis satwa liar yang terancam punah.

Primata yang masuk dalam trah Hominidae ini adalah hewan yang wajib dilindungi seperti yang terangkum di Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/Mnlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Perubahan Kedua Permen LHK Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi.

BACA JUGA: Penjual Online Satwa Dilindungi Asal Maluku Ditangkap di Malang

“Karena itu, Kami dari Sahabat Alam Lestari (SALi) mengusung petisi ini meminta kepada pihak penegak hukum mengusut tuntas dan memberi tindakan tegas kepada penembak Hope serta menertibkan penggunaan senjata angin,” tulis petisi dipantau Sabtu 16 Maret 2019.

Kasus Hope bukanlah yang pertama kali terjadi di wilayah Aceh, kata SALi, tapi sudah keempat kalinya sejak 2010. Kondisi Hope sendiri dilaporkan sudah mulai pulih usai ditemukan pekan lalu dengan 74 peluru bersarang di tubuhnya.

Dilansir dari www.afp.com, Hope ditemukan dalam kondisi terluka parah di sebuah perkebunan milik penduduk desa di Provinsi Aceh.  Adapun bayinya tidak bisa diselamatkan karena kekurangan gizi.

BACA JUGA: Polres Banyuwangi Gagalkan Pengiriman Satwa Dilindungi

"Orangutan datang ke perkebunan penduduk dan mereka dianggap sebagai ancaman oleh pemiliknya yang kemudian berusaha mengeluarkan hewan-hewan itu," kata Sapto Aji Prabowo, kepala Badan Konservasi Aceh.

Setelah seminggu dirawat, Hope perlahan mulai pulih.  "Harapan semakin baik, dia mulai ... makan," kata Sapto Aji Prabowo.

Orangutan terancam punah, menurut Uni Internasional untuk Konservasi Alam, dengan hanya sekitar 100.000 ekor di seluruh dunia.

BACA JUGA: BKSDA Maluku Selamatkan Ribuan Satwa Dilindungi

Pekerja perkebunan dan penduduk desa kadang-kadang diketahui menyerang apa yang mereka anggap sebagai hama, sementara pemburu menangkap hewan untuk dijual sebagai hewan peliharaan.

"Kami akan menyelidiki apakah ini hanya insiden atau (jika) mafia terlibat," kata Jefrizal, kepala penegak hukum Badan Konservasi Aceh.

Serangkaian serangan fatal pada Orangutan telah disalahkan pada petani dan pemburu. Tahun lalu, empat pria Indonesia ditangkap atas pembunuhan Orangutan yang ditembak sekitar 130 kali dengan senapan angin.