Jumat, 24 April 2026 07:50 UTC

Wabup Gresik, Asluchul Alif dan Kepala Dinkes Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah berfoto bersama dengan seluruh peserta pada penutupan pelatihan penyusunan SPM dan Renstra bagi BLUD pada Jumat, 24 April 2026. Foto: Agus Salim
JATIMNET.COM, Gresik – Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, secara resmi menutup pelatihan penyusunan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Rencana Strategis (Renstra) bagi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Jumat, 24 April 2026. Penutupan kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Gresik, Shinta Puspitasari.
Dalam sambutannya, Alif menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan mutu layanan, serta mendorong akuntabilitas di lingkungan BLUD, khususnya sektor kesehatan.
Ia menilai, dokumen Renstra tidak boleh dipandang sebagai formalitas administratif semata. Sebaliknya, Renstra harus menjadi acuan utama dalam menghadirkan layanan publik yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Alif berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan hasil pelatihan secara maksimal. Dengan begitu, dokumen SPM dan Renstra yang dihasilkan dapat memiliki kualitas yang baik, terukur, serta sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Gresik dan Dinas Kesehatan.
BACA: PMI Gresik Diminta Siaga Menghadapi Kemarau Panjang Tahun Ini
Selain itu, ia juga mendorong seluruh BLUD bidang kesehatan untuk terus berinovasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta menjaga prinsip tata kelola yang baik.
“Jangan sampai ada layanan yang dipersulit, terutama bagi masyarakat pengguna BPJS. Itu hak dasar yang harus dijamin pemerintah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 147 peserta yang berasal dari tiga rumah sakit umum daerah (RSUD), 32 puskesmas, serta UPT Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
Ia merinci, pada hari pertama peserta difokuskan pada penyusunan Renstra, kemudian dilanjutkan materi SPM pada hari kedua. Adapun hari ketiga digunakan untuk evaluasi serta penyusunan rencana tindak lanjut.
Ke depan, proses pendampingan akan dilakukan secara rutin melalui metode daring bekerja sama dengan LPPSP UI. Hal ini ditujukan untuk memastikan seluruh dokumen dapat diselesaikan sesuai target.
"Dengan target penyelesaian dokumen dalam dua bulan. Pelatihan ini harus berdampak dan selaras dengan visi misi Dinas Kesehatan maupun RPJMD Kabupaten Gresik,” tukasnya.
