Logo

Khofifah Pimpin Aksi Bersih Sungai Gunung Anyar, Lebih dari 10 Ton Sampah Berhasil Diangkat

Reporter:,Editor:

Sabtu, 06 June 2026 10:04 UTC

Khofifah Pimpin Aksi Bersih Sungai Gunung Anyar, Lebih dari 10 Ton Sampah Berhasil Diangkat

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyiram pohon yang baru ditanam, Sabtu, 6 Juni 2026. Foto: Biro Adpim Pemprov Jatim

JATIMNET.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin aksi bersih lingkungan dalam puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di kawasan Jalan MERR depan Kampus II UIN Sunan Ampel Surabaya, Kecamatan Gunung Anyar, Sabtu, 6 Juni 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 1.125 peserta dari berbagai unsur masyarakat, komunitas, lembaga pendidikan, hingga instansi pemerintah. Aksi itu menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar serentak secara nasional dan terhubung secara daring dengan Menteri Lingkungan Hidup RI.

Fokus kegiatan berada di aliran Sungai Gunung Anyar sepanjang kurang lebih satu kilometer. Para peserta bergotong royong membersihkan sampah yang menumpuk di badan sungai dan kawasan sekitarnya.

Dari kegiatan tersebut, petugas dan relawan berhasil mengangkat 10.205,27 kilogram sampah yang terdiri atas sampah plastik, gulma, dan eceng gondok yang selama ini mengganggu kualitas lingkungan perairan.

Usai aksi bersih sungai, Khofifah bersama jajaran Forkopimda Jawa Timur melakukan penanaman pohon pule setinggi enam meter sebagai simbol komitmen memperkuat ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan.

BACA: Jadwal WFH ASN Pemprov Jatim Berubah dari Rabu ke Jumat 

Menurut Khofifah, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 harus menjadi penguat perubahan perilaku menuju Jawa Timur yang semakin hijau, bersih, sehat, tangguh, dan berkelanjutan,” katanya.

Khofifah menegaskan upaya menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial. Masyarakat perlu membangun kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan, mulai dari mengurangi sampah hingga menjaga kelestarian kawasan hijau.

“Jadi langkah promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif harus terus digaungkan dan diupayakan bersama. Ketika ada area yang siap ditanam kembali, maka langkah rehabilitatif harus segera dilakukan,” ujarnya.

Selain aksi bersih sungai dan penghijauan, pemerintah daerah juga terus menjalankan berbagai program jangka panjang untuk memperkuat ketahanan lingkungan. Salah satunya melalui pengembangan kawasan mangrove yang dinilai penting dalam mitigasi perubahan iklim.

BACA: Jatim Raih Insentif Rp3 Miliar Usai Sukses Tekan Pengangguran 

Berdasarkan data pemerintah daerah, sekitar 51 persen luas hutan mangrove di Pulau Jawa berada di Jawa Timur. Penguatan kawasan pesisir tersebut terus didorong melalui berbagai program kolaboratif yang melibatkan masyarakat, akademisi, komunitas lingkungan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Di sisi lain, upaya penanganan sampah juga diarahkan pada pengembangan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) guna memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu di sejumlah daerah.

“Dengan kolaborasi, gotong royong dan kesadaran bersama, kita optimistis dapat mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, bersih dan indah serta Jawa Timur yang semakin hijau dan berkelanjutan,” tuturnya.