Logo

Pelajar SMK di Ponorogo Tewas Tenggelam Saat Berenang Usai Memancing di Sungai Ngindeng

Reporter:,Editor:

Sabtu, 18 July 2026 12:20 UTC

Pelajar SMK di Ponorogo Tewas Tenggelam Saat Berenang Usai Memancing di Sungai Ngindeng

Proses pencarian dan evakuasi korban tenggelam di Sungai Ngindeng. Foto: Gayuh

JATIMNET.COM, Ponorogo – Seorang pelajar SMK berinisial AR (16), warga Desa Brahu, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di Sungai Ngindeng, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Sabtu sore, 18 Juli 2026.

Peristiwa nahas itu bermula ketika korban bersama seorang temannya memancing di bagian hulu sungai. Setelah selesai memancing, AR memutuskan turun ke sungai untuk mandi sekaligus berenang karena merasa kepanasan.

Diduga korban tidak mengetahui kedalaman sungai yang mencapai sekitar 2,5 hingga 3 meter. Selain itu, berdasarkan keterangan saksi, korban juga tidak memiliki kemampuan berenang sehingga akhirnya tenggelam.

Salah seorang warga yang ikut melakukan pencarian, Eko Subianto, mengatakan dirinya mengetahui adanya peristiwa tersebut setelah mendapat telepon dari sang istri saat sedang bekerja.

"Saya sedang bekerja, lalu ditelepon istri kalau ada orang tenggelam. Saya langsung lari ke lokasi ikut mencari. Alhamdulillah korban cepat ditemukan di dasar sungai," kata Eko.

Menurut Eko, informasi yang diterimanya menyebut korban datang ke lokasi bersama temannya untuk memancing. Seusai memancing, korban kemudian berenang tanpa menyadari kondisi sungai yang cukup dalam.

"Korban ditemukan tidak memakai baju dengan posisi menghadap ke selatan, bukan tengkurap. Kedalaman sungainya sekitar tiga meter," tutur Eko.

Sementara itu, Pamapta II Polres Ponorogo, Ipda Mujiono, menjelaskan pihaknya menerima laporan kejadian dari Polsek Sawoo. Setelah menerima informasi tersebut, petugas bersama personel Polsek langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.

Menurut Mujiono, berdasarkan keterangan teman korban, AR memang tidak bisa berenang. Saat turun ke sungai dengan kedalaman sekitar 2,5 meter untuk mandi, korban diduga kehilangan kendali hingga akhirnya tenggelam.

"Korban awalnya memancing bersama temannya di bagian atas sungai. Karena merasa gerah, korban turun ke bawah untuk mandi. Berdasarkan keterangan temannya, korban memang tidak bisa berenang. Saat mandi di sungai dengan kedalaman sekitar 2,5 meter, korban tenggelam dan akhirnya ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia," ujar Mujiono.

Teman korban sebenarnya sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun karena tidak mampu mengangkat korban, ia segera meminta bantuan warga di sekitar lokasi.

"Temannya sempat mencoba menolong, tetapi tidak kuat. Ia lalu meminta bantuan warga. Kebetulan di sekitar lokasi sedang ada hajatan sehingga teriakannya tidak langsung terdengar. Saat warga datang ke lokasi, korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," jelas Mujiono.

Warga yang berdatangan kemudian bersama petugas melakukan pencarian di lokasi kejadian. Tidak berselang lama, korban berhasil ditemukan di dasar sungai sekitar pukul 16.00 WIB sebelum dievakuasi ke tepi sungai.