Sabtu, 06 June 2026 11:19 UTC

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melayani permintaan foto bersama pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Foto: Biro Adpim Pemprov Jatim
JATIMNET.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya penguatan berbagai program lingkungan hidup sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang berlangsung di kawasan Gunung Anyar, Surabaya, Sabtu, 6 Juni 2026.
Menurut Khofifah, upaya menjaga lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif agar menghasilkan dampak yang berkelanjutan.
Langkah promotif diwujudkan melalui gerakan penghijauan dan penanaman pohon secara masif. Sementara itu, pendekatan preventif dilakukan dengan membangun budaya memilah dan mengelola sampah sejak tingkat rumah tangga.
BACA: Khofifah Pimpin Aksi Bersih Sungai Gunung Anyar, Lebih dari 10 Ton Sampah Berhasil Diangkat
Adapun langkah kuratif dijalankan melalui kegiatan pembersihan sampah secara berkala. Sedangkan pendekatan rehabilitatif dilakukan dengan memulihkan kawasan yang mengalami kerusakan lingkungan melalui penanaman kembali dan perbaikan ekosistem.
“Jadi langkah promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif harus terus digaungkan dan diupayakan bersama. Ketika ada area yang siap ditanam kembali, maka langkah rehabilitatif harus segera dilakukan,” ujarnya.
Selain itu, pengembangan kawasan mangrove terus menjadi perhatian. Berdasarkan data pemerintah daerah, sekitar 51 persen luasan hutan mangrove di Pulau Jawa berada di Jawa Timur.
BACA: Nilai Tukar Dolar AS Masih di Atas Rp18.000, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Khofifah mengatakan Festival Mangrove yang telah digelar selama tiga tahun terakhir menjadi salah satu upaya memperkuat perlindungan kawasan pesisir sekaligus mendukung mitigasi perubahan iklim.
“Festival Mangrove sudah kami laksanakan selama tiga tahun terakhir. Ini bagian dari langkah promotif dan preventif yang terus kami lakukan bersama masyarakat, akademisi, komunitas lingkungan dan berbagai pemangku kepentingan lainnya,” katanya.
Selain memperluas kawasan hijau, pemerintah daerah juga mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah wilayah guna memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu.
Di tengah berbagai program jangka panjang tersebut, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga diisi dengan aksi nyata di lapangan. Sebanyak 1.125 peserta mengikuti kegiatan bersih lingkungan di kawasan Sungai Gunung Anyar, Surabaya.
BACA: Hoaks Pembegalan Kurir J&T di Jember Terbongkar, Uang COD Rp8 Juta Dipakai Bayar Utang dan Rokok
Dalam kegiatan itu, peserta membersihkan aliran sungai sepanjang sekitar satu kilometer dan berhasil mengangkat 10.205,27 kilogram sampah berupa plastik, gulma, serta eceng gondok yang mencemari perairan.
Setelah aksi bersih sungai selesai, Khofifah bersama jajaran Forkopimda Jawa Timur melakukan penanaman pohon pule setinggi enam meter sebagai simbol komitmen memperkuat tutupan hijau di kawasan perkotaan.
“Dengan kolaborasi, gotong royong dan kesadaran bersama, kita optimistis dapat mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, bersih dan indah serta Jawa Timur yang semakin hijau dan berkelanjutan,” tuturnya.
