Vanessa Angel Ajukan Eksepsi dalam Sidang Perdana

M. Khaesar Januar Utomo

Rabu, 24 April 2019 - 19:28

JATIMNET.COM, Surabaya – Kuasa hukum Vanessa Angel langsung mengajukan eksepsi dalam sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan itu, artis 27 tahun ini mengenakan rompi warna merah dengan tangan terborgol.

Dia lebih banyak diam dan menunduk mendengar pembacaan surat dakwaan. Namun kuasa hukumnya, Abdul Malik dan Heru Andeska langsung mangajukan eksepsi atau keberatan dengan surat dakwaan tersebut.

Sidang yang digelar di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu 24 April 2019, itu awalnya berlangsung secara terbuka saat pembacaan surat dakwaan yang di bacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) R.A Dhini Ardhani.

Dalam isi dakwaan yang dibacakan jaksa disebutkan bahwa terdakwa yang bekerja sebagai artis tengah sepi job (pekerjaan). Atas dasar itulah, pada 12 November 2018, terdakwa menghubungi saksi (muncikari) Endang Suhartini alias Siska, dengan tujuan minta job alias pekerjaan.

BACA JUGA: Vanessa Angel Jalani Sidang Perdana Rabu Pekan Depan

“Melalui chatting (pesan instan) Whatsapp, terdakwa  meminta pekerjaan melayani tamu untuk berhubungan intim pada saksi (muncikari) Endang Suhartini,” kata R.A Dhini Ardhani saat membacakan surat dakwaan.

Permintaan itu membuat Siska memberitahu Fitriandi alias Vitly Jen yang juga seorang muncikari. Terdakwa (Vanessa) bisa diajak berhubungan intim atau booking out (BO), apabila ada yang berminat.

Selanjutnya, pada 23 Desember 2018, saksi lain Tentri Novanta diperkenalkan Deni (buron) pada seseorang bernama Dhany (buron). Dhany menyampaikan, bahwa ada bos di Surabaya mencari artis yang bisa diajak melakukan hubungan badan.

“Selanjutnya Tentri menghubungi Intan Permata Sari Winindya Chasanovri alias Winindya alias Nindy yang juga merupakan muncikari. Dia mengirimkan foto artis yang dapat di ajak kencan dengan berbusana bikini dengan menunjukkan sensualitas,” katanya.

Mengetahui foto tersebut, terdakwa dipesan bersama seorang model Avriella Shaqila seharga Rp 75 juta, ditambah biaya akomodasi sebesar Rp 5 juta. Dalam pesan instan itu, Vanessa minta pada Siska untuk menaikkan harga.

Setelah disepakati, uang kemudian ditransfer dengan kondisi sudah terpotong fee jasa muncikari. “Setelah dipotong komisi, sehingga yang diterima terdakwa Rp.35 juta. Selain itu dikirimkan pula tiket pesawat sesuai dengan permintaan terdakwa,” kata Dhini.

BACA JUGA: Jadi Saksi Muncikari, Vanessa Akui Terima Rp 35 Juta

Selanjutnya, terdakwa menuju Surabaya pada 5 Januari 2019, bersama dengan Siska. Sesampainya di Surabaya terdakwa dan Siska langsung menuju ke Hotel Vasa Jalan HR Muhammad.

Di hotel tersebut, Vanessa bertemu Rian Subroto, yang sudah menunggu di dalam kamar. Tidak berselang lama, keduanya digerebek polisi di dalam kamar.

Atas kasus ini, Vanessa dijerat dengan  Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 Jo. Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Usai pembacaan surat dakwaan itu Ketua Majelis Hakim, Dwi Purwadi meminta sidang tertutup. Dalam sidang itu juga kuasa hukum Vanessa Angel mengajukan eksepsi dengan dakwaan jaksa.

Baca Juga

loading...