Usai Ramadan dan Lebaran, TPA di Probolinggo "Overload"

Zulkiflie

Jumat, 14 Juni 2019 - 16:56

JATIMNET.COM, Probolinggo – Jumlah sampah di Kota Probolinggo meningkat pasca ramadan dan lebaran 1440 Hijriah. Tempat pembuangan akhir (TPA) di kota yang berjuluk kota Mangga ini menampung sampah hingga 65 ton per hari.

Sebelum ramadan dan lebaran, jumlah sampah masih di kisaran 54 ton. Artinya, jumlah sampah yang masuk ke TPA naik 11 persen usai ramadan dan lebaran.

Hal ini membuat TPA yang terletak di Jalan Anggrek Kota Probolinggo itu nyaris melebihi kapasitas atau overload .

BACA JUGA: Desa Tembokrejo, Pilah Sampah Jadi Rupiah

Dominasi sampah yang masuk ke TPA, adalah jenis sampah yang sulit terurai seperti plastik. Sehingga petugas TPA harus melakukan pemilahan sampah yang bisa didaur ulang, dan yang dibuat menjadi kompos setiap harinya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo Budi Krisyanto mengatakan, sampah di TPA Kota Probolinggo terus meningkat, dan membuat tumpukan sampah ini tampak menggunung. Budi memperkirakan tumpukan sampah di TPA ini sampai setinggi 25 meter.

"Data yang kami catat, ada sekitar 170 ton sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Probolinggo. Namun yang masuk hanya 30 persen saja," katanya.

BACA JUGA: Surabaya Jadi Rujukan Pengelolaan Sampah ASEAN

Karena itu, kata dia, di akhir tahun 2019 pemerintah daerah akan mengkaji penutupan TPA karena telah melebihi kapasitas.

“Dengan kondisi ini, saya harap masyarakat bisa memilah dan mengolah sampah, mana yang bisa didaur ulang dan yang tidak,” ujarnya, Jum’at 14 Juni 2019.

Pria yang akrab disapa Pak Beka ini menyebut, guna mengatasi meningkatnya sampah di tahun 2020, pemerintah daerah telah menganggarkan Rp 4,5 miliar untuk membangun TPA baru, dengan luas sekitar 4000 meter persegi.

Baca Juga

loading...