Trofi Baru Piala Presiden Penuh Filosofi dan Nilai Futuristik

Piala Presiden 2019
David Priyasidharta

Kamis, 11 April 2019 - 09:15

JATIMNET.COM, Jakarta - Steering Comittee (SC) Piala Presiden 2019 telah memperbaharui bentuk trofi yang akan diserahkan kepada klub yang memenangi babak final leg kedua yang berlangsung Jumat 12 April 2019 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Persebaya Surabaya atau Arema FC yang akan menjadi juara dan menerima trofi itu.  

Surya Aditya, seniman yang dipercaya untuk memperbaharui trofi Piala Presiden mengatakan, bahwa konsep dalam pembaharuannya tidak melenceng jauh dari konsep lama. Hanya ada beberapa tambahan ornamen agar bentuk trofi lebih indah.

BACA JUGA: Persebaya Ditahan Imbang Arema Malang

Surya Aditya tidak mengubah bentuk dasar trofi Piala Presiden karya seniman Bali, Ida Bagus Ketut Lasem. "Dari pihak PSSI minta kami untuk memberi sentuhan perak supaya piala itu punya nilai prestise dan futuristik," ucap Surya Aditya dalam laman PSSI.org, Rabu 10 April 2019.

Sentuhan baru tersebut nampak pada ornamen perak dan batu-batuan khusus yang ditambahkan pada beberapa bagian dari trofi. Batu yang dipilih pun bukan asal batu. Tapi, batu yang punya nilai-nilai keindahan dan filosofis.

"Kami beri susunan perak dan batu-batu nusantara di bagian bawah. Batunya kami ambil khusus dari beberapa daerah di nusantara. Kami ingin piala ini tidak kehilangan nilai tradisional tapi juga ada sentuhan modern," ujarnya.

BACA JUGA: Polisi Imbau Mobil Berplat L Tidak Masuk Malang

Ia menambahkan, salah satu bagian penting dari trofi yang akan diperebutkan oleh Arema FC dan Persebaya Surabaya ini adalah motif bunga Mandalika. Bunga ini representasi dari semboyan 'Bhineka Tunggal Ika' yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu jua.

Seperti diketahui, pada leg pertama final Piala Presiden yang digelar pada Selasa 9 April 2019 lalu, Arema FC berhasil menahan imbang tim tuan rumah Persebaya Surabaya dengan skor 2-2 di Gelora Bung Tomo. 

Baca Juga

loading...