Logo

Kenang Tragedi Kanjuruhan, Seleksi Banteng Jatim FC U-17 Diawali Tabur Bunga

Reporter:,Editor:

Minggu, 08 March 2026 16:12 UTC

Kenang Tragedi Kanjuruhan, Seleksi Banteng Jatim FC U-17 Diawali Tabur Bunga

Sejumlah pemain muda sebelum menjalani seleksi menggelar tabur bunga di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu, 8 Maret 2026. Foto: Humas Banteng Jatim FC U-17

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemain muda yang mengikuti seleksi Banteng Jatim FC U-17 mengawali kegiatan dengan tabur bunga untuk mengenang korban Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022. Kegiatan tersebut berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu malam, 8 Maret 2026, sebelum proses seleksi pemain dimulai.

Tabur bunga dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para korban sekaligus pengingat bahwa sepak bola tidak hanya soal pertandingan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Kegiatan seleksi pemain tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang juga Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

"Tragedi Kanjuruhan adalah pengingat bagi kita semua bahwa sepak bola harus menjadi sarana untuk mempersatukan, bukan menjadi penyebab perpecahan dan kekerasan," kata Eri Cahyadi saat membuka seleksi.

Manajer Banteng Jatim FC U-17, Daniel Rohi, menjelaskan bahwa kegiatan tabur bunga sengaja dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada para pemain muda mengenai nilai kemanusiaan dalam olahraga.

"Sepak bola bukan sekadar kompetisi. Ada nilai persaudaraan dan kemanusiaan yang harus dijaga. Karena itu kami mengajak para peserta untuk sejenak mengenang para korban Tragedi Kanjuruhan melalui tabur bunga sebelum seleksi dimulai," ujar Daniel.

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 menjadi salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah sepak bola Indonesia. Lebih dari 130 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka setelah pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Setelah prosesi tabur bunga selesai, panitia melanjutkan agenda dengan seleksi terbuka pemain Banteng Jatim FC U-17. Seleksi ini diikuti ratusan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Daniel mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penjaringan pemain muda untuk memperkuat tim Banteng Jatim FC U-17.

"Kami ingin menjaring talenta-talenta muda berbakat dari wilayah Jawa Timur, khususnya dari Malang dan sekitarnya," katanya.

Tim pelatih kemudian melakukan penilaian terhadap para peserta berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari kemampuan teknik, kondisi fisik, hingga pemahaman taktik permainan.

Pemain yang dinilai memiliki potensi akan mengikuti program pembinaan Banteng Jatim FC U-17 yang dipersiapkan untuk menghadapi Soekarno Cup 2026.

"Talenta-talenta muda ini akan kami bina secara serius sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang profesional bagi anak-anak muda di Jawa Timur," ujar Daniel.

Asisten Manajer Banteng Jatim FC U-17, Eri Irawan, mengungkapkan bahwa seleksi terbuka tahun ini mendapat respons besar dari para pemain muda.

"Hingga hari ini sudah ada sekitar 1.000 pendaftar yang mengikuti proses seleksi," kata Eri.

Menurutnya, Jawa Timur selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi besar dalam dunia sepak bola nasional.

"Jawa Timur ini gudang talenta sepak bola. Para peserta yang mengikuti seleksi menunjukkan kemampuan yang sangat baik di berbagai posisi," ujarnya.

Ia menambahkan proses seleksi dilakukan secara profesional dengan melibatkan pelatih berpengalaman agar penjaringan pemain berlangsung objektif.

Melalui seleksi terbuka ini, manajemen Banteng Jatim FC berharap dapat menemukan pemain-pemain muda berbakat yang akan memperkuat tim dalam Soekarno Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Surabaya pada Juli mendatang.

Selain mengejar prestasi di lapangan, program pembinaan tersebut juga menekankan pembentukan karakter, kedisiplinan, serta semangat kebangsaan bagi para pemain muda.

Melalui proses pembinaan ini, Banteng Jatim FC berharap dapat melahirkan generasi baru pesepak bola Jawa Timur yang berprestasi sekaligus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam olahraga.