Tol Rampung, Penumpang Bus Diprediksi Naik Saat Mudik

Baehaqi Almutoif

Kamis, 23 Mei 2019 - 14:24

JATIMNET.COM, Surabaya – Penumpang Bus diprediksi mengalami peningkatan pada mudik kali ini. Kepala Dishub Jawa Timur Fattah Jasin mengatakan, salah satu faktor yang menjadikan masyarakat memilih moda transportasi bus adalah selesainya jalan tol.

Tersambungnya Jakarta hingga Probolinggo dengan Tol Trans Jawa membawa dampak kenaikan jumlah pemudik jalur darat.

"Kami melihat Jakarta-Surabaya kini dipastikan dapat ditempuh 10 jam. Kalau dahulu tidak pasti," ujar Fattah usai apel kesiapan mudik di Kantor Dishub Jawa Timur, Kamis 23 Mei 2019.

Waktu tempuh yang semakin cepat itu diperkirakan berimbas pada naiknya jumlah penumpang bus untuk mudik 2019.

BACA JUGA: Jelang Mudik, 18 Jalur Rawan Longsor Jatim Berkondisi Normal

Laporan yang diterima Fattah dari beberapa perusahaan otobis mulai terjadi peningkatan pemesanan tiket, terutama yang melayani tujuan jarak jauh.

"Kira-kira 3-5 persen prediksi peningkatannya," ungkapnya.

Data yang diperoleh Jatimnet, dari hasil rapat kesiapan mudik antara Pemprov Jawa Timur dengan Menteri Perhubungan dan Menteri Kesehatan di Grahadi awal bulan lalu disebutkan, sebanyak 5.901 armada bus semua jurusan siap melayani calon penumpang, pada mudik tahun ini.

Jumlah tersebut diharapkan mampu melayani sekitar 3,38 juta calon penumpang yang akan mudik.

BACA JUGA: Tim Gabungan Gelar Tes Urin dan Uji Kelaikan Kendaraan

Meningkat dibandingkan masa mudik lebaran 2018 dengan total penumpang menggunakan bus sebesar 3,318 juta.

"Karena sudah banyak yang melapor dari pihak bis itu ada peningkatan, oleh karenanya kami siapkan antisipasinya (penambahan bus)," tuturnya.

Fattah menuturkan, peningkatan arus mudik mulai terlihat diperkirakan H-7 atau tanggal 29 Mei 2019.

Untuk itu, Dishub Jawa Timur akan terus melakukan pemeriksaan, baik secara administrasi maupun teknis kelayakan armada bis yang ada di 26 terminal tipe B, secara berkala.

BACA JUGA: Pemkab Kediri Perbaiki Ruas Jalan Jelang Lebaran

"Termasuk kesehatan pengemudi, dengan bekerjasama dinas kesehatan. Itu kita cek urin dan tekanan darahnya pengemudi," tandasnya.

Baca Juga

loading...