Logo

Tinjau Lokasi Terdampak Banjir, Bupati Mojokerto Ingatkan Warga Tetap Waspada Bencana

Reporter:,Editor:

Selasa, 13 January 2026 12:00 UTC

Tinjau Lokasi Terdampak Banjir, Bupati Mojokerto Ingatkan Warga Tetap Waspada Bencana

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra saat meninjau lokasi banjir di Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong. Foto: Diskominfo.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Potensi bencana alam di wilayah Kabupaten Mojokerto semakin meningkat seiring dengan cuaca ekstrem yang tengah berlangsung.

Oleh karena itu, Bupati Muhammad Al Barra mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap bencana karena musim penghujan diperkirakan berlangsung hingga Maret mendatang.

"Kami berharap masyarakat selalu waspada di musim penghujan ini. Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto untuk selalu siaga terkait potensi bencana, baik itu banjir, puting beliung, hujan deras, dan sebagainya," katanya, Minggu, 11 Januari 2026.

Gus Barra, sapaan akrab Muhammad Al Barra mengatakannya saat meninjau lokasi terdampak banjir di Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong.

BACA: Cak Sumardi Dukung Penanganan Banjir Berkelanjutan di Kabupaten Mojokerto

Selain kewaspadaan, ia juga mengajak warga berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan bencana banjir.

"Mohon untuk menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya agar dapat mengurangi dampak banjir," pintanya.

Dalam peninjauan wilayah terdampak banjir di wilayah Kecamatan Dawarblandong, Gus Barra ingin memastikan penanganan darurat bencana dan ketersediaan kebutuhan warga.

Banjir yang merencam Dusun Balong, Desa Banyulegi itu terjadi pada Sabtu dini hari, 10 Januari 2026. Sebelum air bah meluap, kawasan tersebut diguyur hujan deras sejak Jumat malam, 9 Januari 2026.

Curah hujan yang berlangsung cukup lama memicu meluapnya air dari Anak Sungai Lamong hingga memasuki permukiman warga sekitar pukul 02.00 WIB.

Dampak banjir menyebabkan sedikitnya 13 rumah warga terendam dengan ketinggian air berkisar antara 15 hingga 30 sentimeter. Selain itu, akses jalan desa turut tergenang setinggi 40 hingga 50 sentimeter dan sekitar 2,5 hektare area persawahan terdampak.

BACA: Puluhan Rumah  di Dawarbalandong Mojokerto Terendam Banjir

Mendapat laporan kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto segera menerjunkan tim ke lokasi. Petugas melakukan pemantauan kondisi banjir, pendataan dampak, serta menyiagakan peralatan penanganan untuk mempercepat proses penanggulangan.

"BPBD sudah sigap, sudah menyediakan air untuk disedot, ada mobil pompa, genset, dan sebagainya," ujar Bupati Mojokerto.

Selain meninjau kondisi lapangan, Bupati yang akrab disapa Gus Barra ini juga menyerahkan bantuan kepada warga terdampak. Bantuan tersebut meliputi 20 paket sembako, 20 paket lauk pauk, 20 paket Dignity Kits, serta 20 boks paket kebersihan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat yang terdampak bencana.

BACA: Hujan Deras, Sungai di Mojokerto Meluap dan Merendam Rumah Warga

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga memastikan kesiapan layanan kesehatan bagi warga pascabanjir. Puskesmas setempat telah disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Puskesmas sudah siaga menyiapkan peralatan kesehatannya untuk melayani masyarakat yang terkena dampak banjir," ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, genangan air mulai berangsur surut hingga Minggu siang. Meski demikian, BPBD Kabupaten Mojokerto tetap melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi kemungkinan meningkatnya debit air susulan, mengingat potensi hujan masih terjadi di wilayah hulu Sungai Lamong.