Senin, 12 January 2026 04:37 UTC

Anggota DPRD Jawa Timur Sumardi (memakai rompi) saat berfoto bersama dengan warga Dusun Klanting dan Dusun Pulorejo, Desa Pulorejo Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Minggu 11 Januari 2026. Foto: Hasan
JATIMNET.COM, Jatimnet.com – Di tengah genangan banjir yang kembali melanda Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Sumardi memilih turun langsung ke lapangan.
Ia menyapa warga di Dusun Balong, Desa Banyulegi, serta Dusun Klanting dan Dusun Pulorejo, Desa Pulorejo, Minggu, 11 Januari 2026. Kehadiran legislator dari Fraksi Golkar DPRD Jatim ini untuk mendengar langsung cerita dan keluhan masyarakat terdampak banjir.
Tak hanya berdialog, Cak Sumardi, sapaan akrabya juga membawa bantuan bahan kebutuhan pokok meringankan beban warga yang terdampak banjir tahunan tersebut.
Dalam suasana sederhana, ia berbincang dengan warga mengenai kondisi lingkungan dan dampak banjir yang kerap berulang.
Cak Sumardi mengaku prihatin karena banjir di wilayah tersebut seolah menjadi agenda rutin setiap musim hujan. Menurutnya, kondisi ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi tanpa penanganan yang berkelanjutan.
“Makanya kami datang langsung, ingin tahu apa yang dirasakan warga dan apa sebenarnya penyebab banjir ini,” ungkapnya.
Anggota DPRD Jawa Timur Sumardi (memakai rompi) saat berfoto bersama warga Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Minggu 11 Januari 2026. Foto: Hasan
Cak Sumardimenyatakan, kondisi sungai memang perlu mendapat perhatian agar daya tampung air kembali optimal.
“Kalau sungainya dangkal, ya air mudah meluap. Ini yang perlu kita komunikasikan bersama, supaya ke depan banjir tidak lagi menjadi langganan,” katanya.
Sebagai wakil rakyat, Cak Sumardi menegaskan perannya adalah menyampaikan aspirasi warga dan mendorong koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Harapannya, agar ada solusi jangka panjang yang dapat melindungi masyarakat.
Ia juga menyoroti dampak banjir terhadap lahan pertanian warga yang kerap mengalami kerugian karena tanaman rusak terendam air.
Seperti yang terjadi di Dusun Banyulegi pada Sabtu 10 Januari 2026. Sekitar 2,5 hektare sawah terendam air dan akhirnya meluber ke permukiman warga.
“Bukan hanya rumah, sawah yang sudah ditanami juga terdampak. Ini yang membuat warga rugi. Harapannya ada penanganan yang lebih baik ke depan,” ujarnya.
Melalui kunjungan tersebut, Cak Sumardi berharap suara warga Dawarblandong dapat menjadi perhatian bersama. Dengan demikian, banjir tidak lagi menjadi ancaman tahunan bagi masyarakat.
Sebelumnya, Minggu pagi, 11 Januari 2026, petugas Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto melakukan penyerapan air yang menggenangi akses jalan dan permukiman warga menggunakan pompa 8 dim di Dusun Banyulegi ke Kali Lamong.
