Senin, 19 January 2026 08:30 UTC

Tim SAR mengevakuasi jasad perempuan korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin, 19 Januari 2026. Foto: Pendam XIV/Hasanuddin
JATIMNET.COM - Hari kedua operasi pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin, 19 Januari 2026, membuahkan hasil.
Tim SAR dari Kodam XIV/Hasanuddin bersama unsur TNI lainnya, Polri, dan Basarnas berhasil menemukan satu korban berjenis kelamin perempuan.
BACA: Pesawat ATR 42-500 Rute Yogyakarta–Makassar Hilang Kontak di Kabupaten Maros
Penemuan ini merupakan temuan korban yang kedua setelah hari sebelumnya menemukan korban dengan jenis kelamin laki-laki.
Korban ditemukan setelah tim gabungan melakukan penyisiran intensif di medan pegunungan yang terjal dan sulit dijangkau.
BACA: Berkabut, Tim SAR Berusaha Evakuasi Korban Jatuhnya Pesawat di Gunung Bulusaraung
Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan koordinasi solid seluruh unsur dan pemanfaatan strategi pencarian.
Tim SAR terus menyusuri lereng dan jalur-jalur rawan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan efektivitas pergerakan di lapangan. Korban masih berupaya dievakuasi ke pos terdekat.
BACA: Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung Pangkep
Atas keberhasilan ini, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menyampaikan apresiasi dan memberikan semangat dan motivasi kepada tim yang terlibat.
Sebelum tim melakukan pencarian, Bangun berpesan tim tetap mengutamakan keselamatan di tengah medan lereng gunung yang terjal.
“Mudah-mudahan ini dimudahkan ada keberhasilan, tim SAR semua diberikan keselamatan dan semoga kita lebih cepat menemukan semua kru maupun penumpang pesawat,” katanya.
BACA: Sedang Misi Pengawasan Laut, Tiga Pegawai KKP Jadi Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500
Perlu diketahui, pesawat milik PT Indonesia Air Transport (IAT) tersebut hilang kontak saat dalam perjalanan rute Yogyakarta-Makassar, Sabtu siang, 17 Januari 2026.
Pesawat ini ditumpangi 10 orang terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Tiga pegawai KKP tersebut sedang dalam misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillant.
