Minggu, 18 January 2026 04:00 UTC

Puing pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu, 18 Januari 2026. Dok: Pendam XIV/Hasanuddin
JATIMNET.COM - Operasi hari kedua pencarian pesawat ATR 42-500 yang difokuskan di kawasan Gunung Bulusaraung, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) membuahkan hasil signifikan, Minggu, 18 Januari 2026.
Operasi pencarian melibatkan prajurit jajaran Kodam XIV/Hasanuddin bersama unsur TNI AU, TNI AL, Polri, Basarnas, dan instansi terkait lainnya.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, tim gabungan yang bergerak cepat di medan pegunungan ekstrem berhasil menemukan lokasi pasti jatuhnya pesawat.
Seluruh unsur yang terlibat terus bekerja secara profesional dan terkoordinasi guna memastikan operasi kemanusiaan ini berjalan optimal meski dihadapkan pada medan berat dan kondisi alam yang menantang.
BACA: Pesawat ATR 42-500 Rute Yogyakarta–Makassar Hilang Kontak di Kabupaten Maros
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menjelaskan bahwa indikasi awal berupa serpihan pesawat ditemukan pada pukul 07.17 WITA.
Selanjutnya, pada pukul 08.02 WITA, tim darat meyakinkan telah menemukan serpihan besar pesawat.
"Dari hasil temuan tersebut, tim memastikan telah ditemukan dua bagian besar pesawat, yakni badan pesawat dan ekor pesawat, termasuk jendela pesawat. Ini sudah ada titik koordinatnya dan saat ini tim darat masih melaksanakan kegiatan di lokasi," kata Bangun saat konferensi pers dikutip dari Instagram Kodam XIV/Hasanuddin.
Pesawat tersebut hilang kontak saat dalam perjalanan dari Yogyakarta-Makassar, Sabtu siang, 17 Januari 2026.
Pesawat ini ditumpangi 10 orang terdiri dari tujuh kru pesawat PT Indonesia Air Transport (IAT) dan tiga penumpang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Pesawat tersebut sedang dalam misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara atau air surveillant.
