Senin, 27 April 2026 06:00 UTC

Siswa SD di Kabupaten Ponorogo sedang berangkat sekolah dengan melintasi Jembatan Presisi Merah Putih (
JATIMNET.COM, Ponorogo – Mobilitas warga dari Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel ke Desa Wates, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo maupun sebaliknya, saat ini lebih lancar dan aman.
Warga, termasuk para pelajar tak lagi menempuh perjalanan dengan kondisi jalan licin setelah wilayah tersebut diguyur hujan.
Kemudahan ini setelah jembatan baru dengan panjang 20 meter dan lebar 1 meter rampung dibangun oleh Polres Ponorogo yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Keberadaan jembatan tersebut menggantikan infrastruktur darurat yang menghubungkan dua wilayah kecamatan.
Puji Mustikasar, salah seorang pengguna jalan menyatakan bahwa keberadaan jembatan baru ini membantu aktivitas warga. Terutama, bagi anak-anak yang berangkat maupun pulang sekolah.
“Sangat membantu, apalagi untuk anak-anak sekolah. Dulu jembatan atau jalan darurat lebih berbahaya, sekarang jauh lebih aman meski tetap harus hati-hati saat hujan,” katanya, Senin, 27 April 2026.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menjelaskan, pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program “Jembatan Merah Putih Presisi” yang dilaksanakan bersama pemerintah daerah.
Dari total empat jembatan yang direncanakan, tiga di antaranya telah rampung, termasuk di Wagir Lor. Sementara, satu lainnya masih dalam tahap pengerjaan di Kecamatan Bungkal.
“Di Polres Ponorogo ini kita membangun empat jembatan Merah Putih presisi. Dari empat itu, tiga di antaranya sudah jadi. Yang satu dalam proses pembangunan,” ujar Andin.
Ia menuturkan, pembangunan jembatan ini berangkat dari perhatian pemerintah pusat dan Polri terhadap pentingnya akses aman bagi pelajar, khususnya di daerah yang sebelumnya memiliki jalur penyeberangan berisiko.
“Ini merupakan atensi dari Presiden dan Kapolri agar akses anak sekolah dimudahkan. Dari empat lokasi yang kami survei, ini adalah sarana yang sangat krusial bagi anak-anak yang mau berangkat sekolah, khususnya anak kecil,” tutur Andin.
Selain di Kecamatan Ngebel, dua jembatan lain yang telah selesai dibangun berada di Kecamatan Sawoo, tepatnya di Desa Grogol dan Desa Munggung. Seluruh jembatan tersebut ditargetkan segera diresmikan bersama Bupati Ponorogo.
Lebih lanjut, AKBP Andin menyebut pembangunan setiap jembatan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.
Alokasi anggarannya berkisar antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar per titik, tergantung panjang dan lebar jembatan. Proyek ini sepenuhnya merupakan hasil sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah.
“Selama ini, kami terus berkomunikasi untuk mendata tempat-tempat mana lagi yang perlu sentuhan untuk segera diperbaiki. Tidak lepas disesuaikan dengan APBD yang ada di pemkab untuk dilakukan percepatan,” ungkap Andin.
