Jumat, 18 July 2025 06:00 UTC

MINIM SISWA. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kab. Probolinggo Dwi Joko Nurjayadi saat menemui siswa SDN Warujinggo 2, Jumat, 18 Juli 2025. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Di balik bangunan sederhana bercat kusam di Desa Warujinggo, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, kabar pilu menyelimuti sekolah negeri kecil yang ada di ujung dusun.
SDN Warujinggo 2 sekolah yang pernah menjadi tempat berlarinya tawa anak-anak, kini harus menghadapi kenyataan pahit, ditutup.
Selama dua tahun terakhir, sekolah ini kesulitan mendapatkan siswa baru. Tahun ajaran demi tahun ajaran berlalu tanpa tambahan murid.
Kini, hanya tersisa 15 siswa yang masih setia datang setiap pagi, duduk di bangku-bangku kosong yang dulu penuh cerita.
BACA: Tanpa Siswa Baru, SDN Warujinggo 2 Probolinggo Sunyi
Keputusan penutupan akhirnya diambil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, setelah Kepala Dinas Dwi Joko Nurjayadi meninjau langsung kondisi sekolah.
Dalam rapat tertutup bersama kepala sekolah dan guru, disepakati bahwa SDN Warujinggo 2 tidak lagi dapat dipertahankan.
“Kalau memang tidak bisa dikembangkan lagi, ya ditutup. Kita juga harus pertimbangkan efisiensi pembiayaan, mulai dari listrik, jaringan wifi, dan sebagainya,” kata Dwi Joko, Jumat, 18 Juli 2025.
Meski pahit, keputusan ini disampaikan dengan komitmen. Dinas akan memfasilitasi pemindahan 15 siswa yang tersisa sesuai keinginan orang tua.
Pemindahan dilakukan secara bertahap agar anak-anak tidak kehilangan arah di tengah perjalanan pendidikan mereka. Guru dan kepala sekolah pun direlokasi ke unit pendidikan lain.
Kepala Sekolah SDN Warujinggo 2 Indrati Susilo hanya bisa menerima keputusan ini. Dengan suara lirih, ia mengaku ikut saja keputusan pihak dinas.
BACA: Khofifah Pantau Sekolah Rakyat di Probolinggo, Tiga Siswa di Jatim Tak Hadir karena Sakit
"Yang penting anak-anak tetap bisa sekolah. Kami akan bantu para orang tua menentukan sekolah yang paling sesuai,” katanya.
Namun yang paling terasa adalah guncangan batin para siswa. Salah satunya, Fakhira, siswi kelas 6 yang selama ini menikmati hari-harinya di SDN Warujinggo 2.
“Sedih banget, sudah nyaman di sini. Takut pisah sama teman-teman,” ucapnya pelan, menunduk menahan air mata.
BACA: 159 SDN di Kabupaten Mojokerto Minim Siswa Baru, Bahkan Ada yang Nihil
Di tengah upaya memindahkan siswa, pihak sekolah dan dinas akan menggelar pertemuan dengan para wali murid. Tujuannya, memastikan proses transisi berjalan mulus tanpa membuat anak-anak kehilangan semangat belajar.
Penutupan SDN Warujinggo 2 tak sekadar soal administrasi. Ini adalah potret getir dari tantangan pendidikan di desa, keterbatasan jumlah anak usia sekolah, dan bergesernya minat ke sekolah lain.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo dihadapkan pada pekerjaan rumah besar, menyusun ulang peta pendidikan dan menata kembali distribusi guru serta fasilitas secara lebih merata.
