Tersesat Saat Bepergian, Jangan Ragu Gunakan Peta Digital

Anang Zakaria

Sabtu, 8 Juni 2019 - 19:51

JATIMNET.COM, Jakarta – Para pemudik mulai kembali ke kota dan daerah tempatnya bekerja setelah sepekan merayakan Idul Fitri 1440 hijriah di kampung halaman. Puncak arus balik Lebaran 2019 ini diperkirakan selama dua hari pada pekan ini, Sabtu 8 Juni dan Minggu, 9 Juni.

Tak ayal, jumlah penumpang kereta dan transportasi umum di stasiun dan terminal dilaporkan meningkat. Sementara ruas jalan mulai dipadati dengan kendaraan bermotor, baik roda empat maupun dua.

Sebagian orang akan menempuh jalan alternatif untuk menghindari kemacetan lalu lintas. Sah-sah saja, tapi kerap kali jalan itu belum pernah kita lewati. Selain mengandalkan papan penunjuk jalan, ada baiknya Anda menggunakan peta digital sebagai pemandu jalan.

BACA JUGA: Pilihan Kuliner Sepanjang Jalur Mudik di Jawa Timur (1)

Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana mengatakan menggunakan peta digital, semisal Google Maps, bisa mempermudah perjalanan mudik. Setidaknya dalam menentukan rute dan melihat situasi kepadatan lalu lintas.

“Tahap awal untuk membudayakan penggunaan peta digital bisa memanfaatkan aplikasi Google Maps yang murah, cepat, dan semua bisa mengimplementasikannya," ujarnya, Sabtu 8 Juni 2019.

Menurut dia, bukan hanya pemudik yang menggunakan peta digital, pihak kepolisian juga  memantau kepadatan lalu lintas melalui sebuah sistem digital untuk memantau titik kepadatan lalu lintas. Selain itu, Korlantas juga membuat hasil analisa pelayanan mudik lebaran, dengan membangun INTAN (Intelligence Traffic Analysis) sebagai basis modernisasi dari Polantas.

BACA JUGA: Lima Ide Kreatif Olah Sisa Makanan Lebaran

Ia mengatakan ada juga TARC (Traffic Accident Research Centre) untuk menganalisa kasus kecelakaan lalu lintas yang menonjol, sebagai implementasi dari operasi ketupat. "Baik secara manajemen maupun operasional, terutama dalam mengambil langkah-langkah prioritas dari pengalihan arus, sistem buka tutup, contra flow sampai dengan one way dapat dibuat protokolnya," katanya.

Tak ketinggalan, terdapat sistem K3I (Komunikasi Koordinasi Komando Pengendalian dan Informasi) dari tingkat pos polisi setiap Satlantas, induk PJR dan TMC Polda maupun NTMC, yang memakai peta digital guna menilai kecepatan dan ketepatan dalam mengurai perlambatan serta menangani hal-hal darurat.(ant)

Baca Juga

loading...