Tersangkut Skandal Pendidikan, Begini Tanggapan Dua Aktris Hollywood

Nani Mashita

Kamis, 4 April 2019 - 11:24

JATIMNET.COM, Surabaya – Skandal pendidikan kasus penyuapan untuk masuk kampus elit Amerika Serikat mulai disidangkan. Sebanyak 13 orang tua kaya raya, termasuk aktris Felicity Huffman dan Lori Loughlin muncul di pengadilan.

Proses persidangan diwarnai dengan kedatangan fans kedua aktris tersebut. Bahkan Lori Loughlin (54), seorang aktor dalam sitkom Full House AS sempat memberikan tanda tangannya untuk penggemar di luar pengadilan, seperti dilansir dari bbc.com, Kamis 4 April 2019.

Di persidangan, Ketua Majelis Hakim AS M Page Kelley memberlakukan persyaratan pada semua jaminan terdakwa, memerintahkan mereka untuk menyerahkan paspor mereka dan tidak memiliki senjata api di rumah mereka.

BACA JUGA: Mahasiswa Yale Dikeluarkan Setelah Ketahuan Terlibat Skandal Pendidikan

Selain itu, jaksa penuntut menginginkan agar terdakwa dilarang mendiskusikan dakwaan dengan anak-anak mereka. Alasannya, anak-anak ini berpotensi menjadi saksi bagi para orang tua mereka dan tidak boleh menghalangi proses keadilan. "Anak-anak dalam kasus-kasus ini adalah saksi dan ini dapat meningkatkan penghalang masalah keadilan," jaksa Eric Rosen berpendapat di pengadilan.

Tetapi Hakim Kelley menolak argumen tersebut. "Saya kira itu tidak realistis," katanya.

Dia merekomendasikan terdakwa untuk mencari penasihat hukum tentang diskusi keluarga semacam itu untuk menghindari risiko mengganggu kasus ini.

Pada sidang tersebut, pengusaha makanan kemasan Peter Sartorio menjadi yang pertama mengatakan bahwa ia akan mengaku bersalah.

BACA JUGA: Aktris Hollywood Terlibat Skandal Pendidikan di Amerika

Skandal penyuapan masuk kampus elit di Amerika Serikat telah menggegerkan negara adidaya tersebut. Sebanyak 33 orang tua didakwa dalam penyelidikan.

Mereka diduga membayar uang sogokan USD 25 juta atau lebih dari Rp 350 miliar untuk berkonspirasi dan menipu agar anak-anak mereka dapat memenangkan kursi di universitas elit tersebut.   

Bintang Desperate Housewives Huffman (56) tidak berbicara ketika meninggalkan pengadilan. Huffman dituduh membayar USD 15.000 atau sekitar Rp 220 jutaan kepada William "Rick" Singer -dalang penipuan.

Rick membantu putri Huffman agar mendapatkan nilai tinggi dalam ujian Scholastic Assessment Test (SAT) di tahun 2017. Bantuan Rick membuat nilai SAT putri Huffman naik 400 poin.  

BACA JUGA: Skandal Pemerasan Enquirer, WSJ Ungkap Penjual Pesan Mesra Bezos

Adapun Lori Loughlin dituduh bersama suaminya membayar suap hampir USD 500.000 atau lebih dari Rp 7 miliar agar dua putri mereka diterima di University of Southern California (USC) dengan beasiswa olahraga.

Lewat Rick, kedua putrinya diterima sebagai atlet dayung, meskipun tidak ada satupun dari keduanya pernah berkompetisi di lomba dayung.

Tidak ada aktris yang mengajukan permohonan, tetapi keduanya mengatakan mereka memahami tuduhan terhadap mereka. Pasangan ini belum berkomentar secara terbuka sejak skandal itu.

 

Baca Juga

loading...