Terobos Palang Pintu KA Terancam Pidana dan Denda

Baehaqi Almutoif

Rabu, 8 Mei 2019 - 19:39

JATIMNET.COM, Surabaya – PT KAI Daop 8 Surabaya mencatat jumlah perlintasan sebidang mencapai 568 titik. Dari jumlah itu sebanyak 164 titik ada palang pintunya serta tidak terjaga, dan sisanya 404 titik tidak berpalang pintu serta tidak terjaga.

Banyaknya palang pintu tidak terjaga ini, PT KAI Daop 8 Surabaya kembali mengimbau kepada para pemudik yang menggunakan kendaraan bermotor, agar lebih berhati-hati ketika melintas di perlintasan sebidang.

“Kami ingatkan kembali, bahwa tata cara melintas di perlintasan sebidang adalah berhenti di rambu tanda STOP,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto dalam keterangan resminya, Selasa 8 Mei 2019.

BACA JUGA: Kurangi Kemacetan, Pemkot Surabaya Resmikan Perlintasan Sebidang

Ia menjelaskan, palang pintu, sirene, dan penjaga perlintasan bukanlah rambu lalu lintas. Namun hanya alat bantu keamanan. Sedangkan alat utama keselamatannya ada di rambu-rambu lalu lintas bertanda STOP.

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan pasal 114, pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi wajib berhenti. Ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup dan ada isyarat lain.

Kemudian mendahulukan kereta api, dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel. Jika tidak mematuhi aturan, lanjut Suprapto, sanksi hukum telah menanti.

BACA JUGA: KAI Madiun Ingatkan Penerobos Palang Pintu KA Bisa Didenda

Sesuai Undang-undang Nomor 22 tahun 2009, pasal 296 disebutkan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor pada perlintasan antara kereta api dan jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah ditutup, pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.

Pihaknya berharap setelah ini angka kecelakaan lalu lintas pada perlintasan sebidang dapat ditekan. Tercatat di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya pada tahun 2017 terjadi 62 kasus kecelakaan lalu lintas di perlintasan, kemudian tahun 2018 turun menjadi 51 kasus. Sedangkan untuk tahun 2019, dari periode 1 Januari sampai 8 Mei 2019 telah terjadi 17 kasus kecelakaan.

“Semoga dengan kesadaran disiplin berlalu lintas yang tinggi dari pengguna jalan raya, angkutan mudik lebaran 2019 ini, bisa menjadi mudik dengan perjalanan yang indah dan berkesan bagi para pemudik,” tandasnya.

Baca Juga

loading...