KAI Madiun Ingatkan Penerobos Palang Pintu KA Bisa Didenda

Hari Istiawan

Reporter

Hari Istiawan

Senin, 6 Mei 2019 - 17:57

JATIMNET.COM, Madiun – Para pengguna jalan yang menerobos perlintasan kereta api (KA) pada saat sinyal sudah berbunyi dan kereta hendak melintas akan dikenai sanksi denda.

"Sanksinya bisa dipidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 juta sesuai dengan pasal 296 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ," ujar Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko, Senin 6 Mei 2019.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun melakukan sosialisasi terkait aturan ini kepada masyarakat. Menurut Ixfan, pengetahuan tentang sanksi tersebut penting diketahui karena masih banyak tejadi pelanggaran pengemudi kendaraan menerobos perlintasan ataupun tidak berhenti saat kereta hendak melintas di perlintasan yang tidak berpalang pintu.

BACA JUGA: Kota Madiun Gelar Pawai Obor Sambut Bulan Ramadan

Terlebih, saat ini menjelang masa angkutan Lebaran 2019 serta aktifnya jalur ganda yang menghubungkan Stasiun Baron, Sukomoro, Nganjuk hingga Babadan. Ini yang menjadikan jumlah perjalanan KA semakin bertambah.

"Agar menjadi perhatian bagi masyarakat yang akan melintas di perlintasan KA. Bahwa sesuai UU Nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ Pasal 114 disebutkan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu KA sudah mulai ditutup," kata Ixfan.

Selanjutnya, pengemudi kendaraan wajib mendahulukan kereta api yang akan lewat dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

BACA JUGA: Mantan Ketua Ansor Panjirejo Meninggal Tertabrak KA Rapih Dhoho

Ixfan menambahkan, data terbaru PT KAI Daop 7 Madiun menyebutkan bahwa di wilayah Daop 7 Madiun terdapat 270 perlintasan resmi, 67 perlintasan liar, dan 45 perlintasan tak sebidang dengan total terdapat 382 perlintasan.

Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat waspada dan taat terhadap aturan ketika akan melintas di perlintasan KA. Bagi masyarakat yang akan melintas di perlintasan KA yang tidak berpalang pintu wajib untuk tengok kanan-kiri terlebih dahulu, pastikan perlintasan yang akan dilalui aman.

"Sedangkan bagi warga masyarakat yang akan melintas di perlintasan berpalang pintu agar bersabar dengan tidak menerobos palang pintu yang sudah mulai bergerak menutup dan ketika sinyal sudah menyala," kata Ixfan.

Dengan menaati aturan yang berlaku tersebut, lanjutnya, diharapkan kasus terjadinya kecelakaan antara kereta dengan kendaraan bermotor dapat dicegah.(ant)

Baca Juga

loading...