Selasa, 11 August 2026 08:00 UTC

Ilustrasi: Merah Putih di Halaman. -Dx Gen-AI
JATIMNET.COM - Tanaman merah putih menawarkan cara berbeda untuk membawa suasana kemerdekaan ke halaman rumah. Alih-alih menambah banyak ornamen, warna bisa datang dari bunga, daun, dan pot yang memang tetap berguna setelah Agustus berlalu.
Pilihan ini cukup masuk akal untuk rumah-rumah perkotaan di Surabaya. Ruang depan sering terbatas, matahari terasa kuat, sementara halaman harus berbagi fungsi dengan carport, teras, tempat menaruh motor, hingga jalur keluar-masuk penghuni.
Tak perlu mengejar komposisi seperti taman profesional. Dua atau tiga pot yang ditempatkan dengan tepat sudah bisa memberi aksen merah putih tanpa membuat halaman terasa sesak.
Merah Putih Bisa Datang dari Tanaman yang Berbeda
Mencari satu tanaman dengan bunga merah dan putih sekaligus justru membatasi pilihan. Lebih mudah menyusun beberapa tanaman dalam satu kelompok warna.
Untuk merah, pilihan populer antara lain soka merah, tapak dara merah, begonia, mawar, atau beberapa varietas bougainvillea. Nuansa putih bisa didapat dari melati, tapak dara putih, vinca putih, atau bunga lain yang sesuai dengan kondisi halaman. Tidak semuanya harus berbunga bersamaan.
Tanaman berdaun hijau dapat menjadi latar yang membuat merah dan putih lebih menonjol. Bahkan pot berwarna merah atau putih bisa membantu ketika tanaman sedang tidak berbunga.
Cara tersebut juga membuat taman lebih tahan terhadap perubahan musim. Setelah perayaan kemerdekaan lewat, tanaman tidak kehilangan fungsi karena komposisinya masih terlihat seperti taman biasa.
Ada alasan praktis lain untuk tidak berlebihan. Statistik Hortikultura Kota Surabaya 2024 yang diterbitkan BPS mencatat perkembangan berbagai kelompok tanaman hortikultura di kota ini, memperlihatkan bahwa tanaman tetap menjadi bagian dari aktivitas budidaya bahkan di tengah karakter Surabaya yang sangat urban.
Taman rumah memang berada pada skala yang jauh lebih kecil. Namun kebiasaan menanam di pot menunjukkan bahwa keterbatasan lahan tidak otomatis menghilangkan ruang untuk tanaman.
Matahari Surabaya Menentukan Letak Pot
Satu kesalahan yang mudah terjadi adalah membeli tanaman berdasarkan warna bunganya, kemudian langsung meletakkannya di titik paling cantik. Padahal kebutuhan cahaya setiap tanaman berbeda.
Surabaya pada periode pertengahan tahun kerap mendapatkan hari-hari cerah dengan suhu siang yang cukup tinggi. Data BMKG pada awal Agustus 2026, misalnya, menunjukkan prakiraan suhu harian di sejumlah kecamatan Surabaya berada di kisaran sekitar 29–32 derajat Celsius pada suhu maksimum.
Konteks iklim yang lebih luas juga patut diperhatikan. BMKG mencatat suhu rata-rata Indonesia pada Juni 2026 sebesar 27,3 derajat Celsius, atau 0,7 derajat lebih tinggi dibanding normal klimatologis Juni periode 1991–2020 sebesar 26,6 derajat Celsius.
Untuk halaman yang menghadap barat, pot dapat menerima panas cukup intens pada sore hari. Tanaman yang menyukai cahaya belum tentu nyaman jika akarnya ikut terpanggang karena pot berada di atas beton panas sepanjang hari.
Posisinya bisa sedikit digeser ke dekat tanaman yang lebih tinggi, bawah kanopi transparan, atau area yang mendapatkan matahari pagi.
Halaman menghadap timur punya situasi berbeda. Cahaya pagi biasanya memberi kesempatan lebih leluasa untuk menempatkan tanaman berbunga tanpa paparan terberat pada sore hari.
Daripada menghafalkan aturan rumit, lihat respons tanaman selama beberapa hari. Daun yang terbakar, cepat layu, atau media tanam yang terlalu lekas kering merupakan tanda bahwa posisinya perlu dievaluasi.
Tiga Pot Sering Lebih Efektif daripada Sepuluh
Teras kecil mudah terlihat penuh. Coba bayangkan tiga pot: satu tanaman berbunga merah, satu berbunga putih, lalu satu tanaman hijau dengan bentuk daun yang kuat. Ketiganya ditempatkan pada ketinggian berbeda di sudut teras.
Komposisi sederhana seperti itu biasanya lebih mudah dibaca mata daripada deretan pot merah-putih dengan ukuran sama sepanjang pagar.
Permainan ketinggian bisa dibuat menggunakan bangku kayu kecil, dudukan tanaman, atau pot dengan ukuran berbeda. Barang yang sudah ada di rumah lebih baik dimanfaatkan sebelum membeli rak baru hanya untuk dekorasi Agustus. Sisakan pula ruang kosong.
Di gang-gang Surabaya yang rumahnya berdempetan, halaman depan sering menjadi bagian dari ritme keseharian. Ada kurir berhenti sebentar, anak keluar membawa sepeda, tetangga menyapa dari pagar, lalu motor bergantian masuk ketika penghuni pulang bekerja.
Taman yang cantik tetapi menghambat jalur tersebut akan cepat terasa merepotkan.
Pot juga sebaiknya tidak diletakkan terlalu dekat dengan pintu pagar yang bergerak. Selain rawan pecah, tanaman bisa rusak karena berulang kali tersenggol.
Warna Merah Putih Tak Perlu Menggantikan Bendera
Menghadirkan bunga merah dan putih tetap berbeda dengan mengibarkan Bendera Negara. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 mengatur Bendera Merah Putih sebagai simbol negara.
Untuk penggunaan di halaman rumah, salah satu ukuran yang dicantumkan adalah 100 x 150 sentimeter, dengan perbandingan lebar terhadap panjang sebesar dua banding tiga.
Undang-undang yang sama mewajibkan pengibaran Bendera Negara pada setiap peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus oleh warga yang menguasai hak penggunaan rumah.
Jadi, tanaman lebih tepat diposisikan sebagai aksen visual di sekitarnya. Satu bendera pada titik utama, kemudian beberapa tanaman merah-putih di teras, sudah menghasilkan komposisi yang kuat. Tak perlu menambahkan warna yang sama pada setiap kursi, pagar, dinding, dan pot. Justru hijau dari daun memberi keseimbangan yang dibutuhkan.
Setelah 17 Agustus, Tanamannya Masih Bisa Tinggal
Inilah kelebihan dekorasi hidup dibanding hiasan sekali pakai. Umbul-umbul akhirnya diturunkan. Pita disimpan. Beberapa dekorasi kertas mungkin sudah tidak bisa digunakan kembali. Tanaman tetap tumbuh di halaman.
Setelah Agustus selesai, pot merah dapat dipindahkan ke sudut lain. Bunga putih bisa dipadukan dengan warna berbeda. Tanaman yang membesar dapat diperbanyak atau diberikan kepada tetangga.
Perawatannya juga tidak perlu dibuat rumit. Penyiraman mengikuti kebutuhan tanaman dan kondisi media, bukan jadwal yang sama untuk semua jenis.
Periksa lubang drainase agar air tidak menggenang, terutama pada pot yang diletakkan langsung di lantai teras. Ada manfaat praktis dari kebiasaan tersebut: penghuni mulai mengenali bagian rumah yang paling panas, area yang mendapat cahaya pagi, serta sudut yang ternyata cukup nyaman untuk tanaman.
Menjelang 17 Agustus, tanaman merah putih mungkin hanya terlihat sebagai detail kecil di antara deretan bendera di kampung Surabaya. Tetapi ketika perayaan selesai, pot-pot itu masih berada di teras.
Bunganya mungkin berganti. Daunnya bertambah lebat. Dan halaman tetap punya warna setelah dekorasi Agustusan masuk kembali ke lemari.
