Logo

Cara Memotong Kuku Kaki agar Tetap Sehat

Perawatan kuku yang sederhana bisa ikut menentukan kenyamanan kaki saat berjalan dan mengenakan sepatu.
Reporter:,Editor:

Sabtu, 26 September 2026 12:00 UTC

Cara Memotong Kuku Kaki agar Tetap Sehat

Ilustrasi: Rawat Kuku dengan Tepat. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Perawatan kuku kaki sering dilakukan terburu-buru karena dianggap sekadar urusan penampilan. Padahal, cara memotong kuku kaki yang tepat ikut membantu menjaga kulit di sekitarnya dari luka dan gangguan yang tidak perlu.

Kebiasaan memotong kuku terlalu pendek atau membentuk sudut terlalu dalam dapat menimbulkan masalah. Risiko menjadi lebih penting diperhatikan oleh orang yang memiliki diabetes atau gangguan sensasi pada kaki.

Data Survei Kesehatan Indonesia atau SKI 2023 memberikan konteks penting. Prevalensi diabetes pada penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas mencapai 11,7 persen berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah. Berdasarkan diagnosis dokter, angkanya hanya 2,2 persen. 

Terdapat selisih 9,5 poin persentase antara kedua angka tersebut. Data ini menunjukkan masih adanya kesenjangan pengetahuan mengenai status diabetes di masyarakat. 

Itulah salah satu alasan perawatan kaki, termasuk kuku, layak menjadi kebiasaan sehari-hari dan bukan hanya persoalan kosmetik.

 

Cara Memotong Kuku Kaki Perlu Diperhatikan

Kuku kaki tidak perlu dipotong mengikuti lengkungan jari terlalu dalam. Bentuk potongan yang terlalu masuk pada bagian sudut dapat membuat area tersebut menjadi lebih mudah bermasalah.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC menganjurkan kuku kaki dipotong lurus melintang. Bagian tepi yang tajam kemudian dapat dirapikan secara perlahan menggunakan kikir kuku. 

Cara tersebut sangat sederhana. Namun, banyak orang terbiasa memotong sudut kuku sedalam mungkin karena menganggap hasilnya terlihat lebih bersih.

Kuku juga tidak harus dibuat sangat pendek. Sisakan panjang yang wajar sehingga bagian kulit di ujung jari tidak mudah terkena tekanan langsung dari sepatu.

Alat pemotong kuku pribadi sebaiknya dijaga tetap bersih dan digunakan dengan pencahayaan memadai. Jangan terburu-buru ketika posisi kuku sulit terlihat.

 

Kuku Kaki Tidak Perlu Selalu Dipotong Pendek

Pertumbuhan kuku setiap orang berbeda. Karena itu, tidak ada jadwal tunggal yang harus diterapkan kepada semua orang.

Lebih masuk akal memperhatikan panjang kuku dan kenyamanan ketika mengenakan alas kaki. Kuku yang sudah terlalu panjang dapat bergesekan dengan bagian depan sepatu.

Sebaliknya, memotongnya terlalu pendek juga bukan solusi. Kulit di sekitar kuku dapat menjadi lebih mudah mengalami iritasi atau luka akibat tekanan.

Pilihan sepatu ikut berpengaruh. Alas kaki dengan bagian depan sangat sempit dapat memberi tekanan tambahan pada jari dan kuku.

Hal tersebut menjadi relevan karena WHO menjelaskan masalah kaki pada diabetes dapat bermula dari kombinasi kerusakan saraf dan buruknya aliran darah. Kondisi itu meningkatkan risiko ulkus kaki dan dalam kasus berat dapat berujung pada amputasi. 

Bukan berarti setiap masalah kuku menunjukkan diabetes. Namun, kondisi tersebut memperlihatkan alasan luka kecil pada kaki tidak selalu boleh dianggap sepele pada kelompok berisiko.

 

Diabetes Membuat Perawatan Kaki Lebih Penting

Kaki orang dengan diabetes membutuhkan perhatian khusus karena kerusakan saraf dapat mengurangi kemampuan merasakan cedera. Luka kecil bisa tidak langsung disadari.

WHO menyebut neuropati perifer dan penyakit arteri perifer sebagai faktor penting dalam terjadinya ulkus kaki diabetik. Penyakit arteri perifer ditemukan pada hingga 50 persen pasien dengan ulkus kaki diabetik. 

Angka tersebut berlaku pada pasien yang sudah mengalami ulkus kaki diabetik, bukan pada seluruh orang dengan diabetes. Namun, data itu menggambarkan kompleksitas masalah ketika luka kaki sudah terjadi.

Dalam panduan pencegahan komplikasi kaki diabetik, WHO juga memasukkan pemeriksaan kaki sebagai bagian penting perawatan. Orang dengan risiko rendah direkomendasikan menjalani penilaian setidaknya setiap tahun, sedangkan kelompok risiko sedang dapat memerlukan pemeriksaan setiap tiga hingga enam bulan. Kelompok berisiko tinggi dapat membutuhkan penilaian setiap satu hingga tiga bulan. 

CDC turut menganjurkan orang dengan diabetes memeriksa kaki setiap hari untuk menemukan luka, kemerahan, bengkak, lepuh, kapalan, atau perubahan lainnya. 

Perawatan kuku akhirnya menjadi bagian dari kebiasaan yang lebih luas: mengenali kondisi kaki sebelum masalah kecil berkembang lebih jauh.

 

Perubahan pada Kuku Jangan Selalu Dirawat Sendiri

Kuku kaki terkadang berubah warna, menebal, rapuh, terasa nyeri, atau tumbuh tidak seperti biasanya. Tidak semua perubahan tersebut dapat diselesaikan dengan memotong kuku lebih pendek.

Begitu pula kuku yang mulai tumbuh masuk ke kulit. Mengorek bagian sudut dengan benda tajam justru berisiko mencederai jaringan di sekitarnya.

Orang dengan diabetes perlu lebih berhati-hati. WHO menyebut trauma kecil, termasuk yang berasal dari alas kaki yang tidak sesuai, dapat memicu ulkus pada kaki yang telah kehilangan sensasi protektif. 

CDC juga menyarankan orang dengan diabetes yang kesulitan melihat atau menjangkau kaki meminta bantuan profesional untuk memotong kuku. Pemeriksaan kaki lengkap setidaknya setahun sekali juga dianjurkan, dan dapat lebih sering bila terdapat kerusakan saraf. 

Luka terbuka, kemerahan yang meluas, pembengkakan, keluarnya cairan, rasa nyeri berat, atau perubahan warna sebaiknya tidak ditangani hanya dengan perawatan rumahan.

Kondisi tersebut perlu mendapat penilaian tenaga kesehatan, terutama bila seseorang memiliki diabetes, gangguan aliran darah, atau sensasi kaki yang berkurang.

Merawat kuku kaki sebenarnya tidak membutuhkan ritual rumit. Potong dengan hati-hati, jangan terlalu pendek, rapikan tepi tajam, dan gunakan alas kaki yang memberi ruang cukup bagi jari.

Kebiasaan memeriksa kaki juga dapat dilakukan bersamaan. Luangkan beberapa detik untuk melihat sela jari, kuku, tumit, dan telapak ketika selesai mandi atau mengganti pakaian.

Cara memotong kuku kaki yang tepat pada akhirnya merupakan bagian kecil dari perawatan tubuh sehari-hari. Sederhana, tetapi dapat membantu menjaga kaki tetap nyaman untuk menopang aktivitas dari pagi hingga malam.